Kota Tual (pilar.id) – Lebih dari 2.400 guru dari berbagai jenjang pendidikan di kepulauan Maluku mengikuti lokakarya bertajuk Pekan Serial Pembelajaran Inovatif Kurikulum Merdeka Bersama Komunitas Belajar bagi Guru di Wilayah 3T Maluku.
Acara tersebut berlangsung pada tanggal 11-13 Oktober 2023 di GOR KARS Kota Tual, Provinsi Maluku. Lokakarya ini merupakan hasil kerjasama antara komunitas Kami Pengajar dengan Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (BKHM Kemendikbudristek).
Melalui telekonferensi, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, memberikan apresiasi atas inisiatif komunitas belajar yang dibentuk oleh para guru di Provinsi Maluku. Hal ini memberikan peluang kepada para guru untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap Kurikulum Merdeka.
“Kita ingin guru-guru kita memiliki budaya dan semangat belajar serta berbagi pengetahuan, baik melalui komunitas maupun secara mandiri dengan memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar. Hal ini merupakan langkah penting untuk kemajuan pendidikan di Indonesia,” kata Dirjen GTK saat berbicara kepada para guru peserta lokakarya pada Selasa (11/10/2023).
Meskipun terdapat keterbatasan dalam sumber daya, logistik, dan biaya untuk memberikan pelatihan kepada guru di seluruh Indonesia, pemerintah menggunakan teknologi untuk mendekatkan para guru dengan sumber belajar serta memudahkan mereka untuk membentuk komunitas belajar dengan sesama guru.
“Kami berpikir bahwa jika semua guru di Indonesia memiliki kesempatan yang sama melalui Platform Merdeka Mengajar, maka sektor pendidikan kita akan mengalami kemajuan besar. Para guru akan terus belajar dan beradaptasi untuk memberikan pendidikan terbaik kepada murid-murid mereka,” ungkap Nunuk.
Dirjen GTK yakin bahwa semakin banyak guru yang meningkatkan kompetensi mereka, semakin banyak pula murid di seluruh Indonesia yang akan semakin termotivasi untuk belajar. “Dengan ketekunan dan konsistensi seperti ini, akhirnya kita bisa mencapai kesetaraan pendidikan di seluruh nusantara. Inilah tujuan utama guru dan tenaga kependidikan yang kuat dan berdedikasi dalam proses pembelajaran,” ujar Nunuk.
Dalam diskusi dengan para peserta, Nunuk mengapresiasi semangat para guru yang berada di wilayah terdepan dan terluar seperti kepulauan Maluku. Mereka terus memberikan pelayanan terbaik kepada murid-murid mereka, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Saat ini, Kemendikbudristek tengah mempersiapkan paket pembelajaran melalui Platform Merdeka Mengajar yang dapat diakses oleh para guru secara luring (offline). Dengan cara ini, akses internet yang terbatas tidak akan menjadi hambatan bagi para guru di wilayah-wilayah terpencil, seperti para peserta lokakarya di kepulauan Maluku, untuk terus belajar, berkontribusi, dan berkolaborasi guna meningkatkan kapasitas mereka.
“Nanti, akan ada versi offline dari Platform Merdeka Mengajar melalui Awan Penggerak. Guru yang berada di daerah tanpa akses internet dapat mengakses Awan Penggerak ini melalui chromebook yang telah diterima,” jelas Nunuk.
Kemendikbudristek akan terus mengembangkan Platform Merdeka Mengajar, menjadikannya bukan hanya sebagai platform konten pembelajaran, tetapi juga sebagai ekosistem untuk peningkatan kualitas guru yang berkelanjutan dan beriringan dengan peningkatan karir profesional mereka.
“Kami juga akan terus menyediakan konten-konten yang mendukung para guru dalam memberikan pembelajaran yang berkualitas dan mendorong semangat belajar dan berbagi di antara para guru dan komunitas belajar mereka,” kata Nunuk.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Tual, Mudasir Tamher, yang menyampaikan sambutan Wali Kota Tual, memberikan dukungan penuh terhadap program-program Kemendikbudristek, seperti Program Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, dan program-program lainnya melalui Apresiasi bagi Guru di Kota Tual.
“Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh pihak yang berkepentingan dalam dunia pendidikan untuk memanfaatkan peluang ini. Mari kita terus belajar dan berinovasi, serta berusaha dengan keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita sehingga setiap anak dapat menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat saat ini,” ujar Kadisdikbud Kota Tual.
Ketua Pelaksana lokakarya, Natalia Rengiar, menjelaskan bahwa peserta lokakarya terdiri dari guru dan kepala PAUD, TK, SD, SMP, SMA dari Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kabupaten Kepulauan Aru. “Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyelenggarakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, penyusunan modul ajar dan projek, serta pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka,” ujarnya.
Selama tiga hari, peserta lokakarya mendapatkan materi dari berbagai narasumber, termasuk topik seperti Peran Penting Gerak Bersama dalam Komunitas untuk Meningkatkan Kompetensi Guru, Optimalisasi Komunitas Belajar dalam Memberdayakan dan Mengembangkan Potensi Guru, Kurikulum yang Memerdekakan dengan Pembelajaran Inovatif, Perubahan Paradigma Pembelajaran dan Berdiferensiasi, serta strategi peningkatan literasi dan numerasi murid. Pada hari ketiga, peserta diajak untuk melakukan praktik menyusun modul projek berdasarkan potensi lokal daerah dan strategi peningkatan literasi dan numerasi murid sebagai kelanjutan dari materi pembelajaran di Platform Merdeka Mengajar.
Natalia menyatakan bahwa lokakarya ini merupakan momen penting untuk menginspirasi para guru di Maluku, mendorong mereka untuk selalu berinovasi, belajar dari berbagai sumber, dan keluar dari zona nyaman. Dengan demikian, para guru akan menjadi pionir dalam kemajuan pendidikan. “Dimulai dari kelas, lalu menularkan pengetahuan kepada rekan-rekan guru lainnya, sehingga saat seorang guru menjadi mentor yang baik bagi muridnya dan dapat memahami kebutuhan murid serta berkolaborasi dengan lingkungannya, maka ia telah menjadi pionir dalam kemajuan pendidikan,” tambah Natalia. (ret/ted)










