Jakarta (pilar.id) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (RI) menyayangkan surat yang dikirimkan oleh Duta Besar Palestina untuk RI, Zuhair Al Shun, kepada pengurus masjid di seluruh Indonesia.
Diketahui, dalam surat tersebut, Dubes Palestina meminta agar isu Palestina, Baitul Maqdis, dan Al-Aqsa dimasukkan dalam khotbah salat Jumat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan bahwa hampir semua masjid di Indonesia selalu mendoakan saudara-saudara Muslim di Palestina, Afghanistan, dan wilayah konflik lainnya sesuai dengan ajaran Islam. Menurutnya, pengiriman surat resmi seakan menjadi hal yang tidak perlu.
Kementerian Luar Negeri RI telah berkomunikasi dengan Kedutaan Palestina, menyatakan keprihatinan terkait surat tersebut, dan mengusulkan pertemuan langsung antara Dubes Palestina dengan pengurus masjid di Indonesia.
Namun, Iqbal juga memahami bahwa tindakan Dubes Palestina merupakan bagian dari tugasnya dalam memajukan hubungan antar-pemerintah dan antar-masyarakat kedua negara.
Dalam suratnya, Dubes Palestina, Zuhair, menyampaikan terima kasih kepada pengurus masjid-masjid Indonesia atas dukungan mereka terhadap Palestina, khususnya Al-Aqsa, dan perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.
Ia meminta agar masjid-masjid di seluruh Indonesia menyampaikan khotbah Jumat yang membahas isu Palestina dan menekankan bahwa pendudukan Israel terhadap Palestina adalah pelanggaran terhadap hak-hak rakyat Palestina.
Surat tersebut dikirimkan menyusul konflik terbaru di Timur Tengah yang melibatkan serangan Israel terhadap Gaza sebagai respons atas serangan Hamas. Kelompok Hamas telah menuduh Israel melakukan genosida di Gaza dan mengutuk negara-negara Barat yang memberikan dukungan militer kepada Israel.
Lebih lanjut, organisasi pengamat HAM, Human Rights Watch (HRW), melaporkan penggunaan fosfor putih oleh Israel di Gaza dan Lebanon. HRW mendesak agar penggunaan senjata tersebut di tempat padat penduduk seperti Gaza dihentikan, karena melanggar hukum kemanusiaan internasional yang melindungi warga sipil dari risiko yang tidak perlu.
Konflik antara Israel dan Palestina telah menewaskan ribuan orang, termasuk wanita dan anak-anak, serta melukai ribuan lainnya. Gaza adalah wilayah Palestina yang telah lama menjadi fokus konflik dan penindasan sejak pendudukan oleh Inggris hingga kini. (hdl)










