Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Science Film Festival 2023 Usung Pesan Pentingnya Restorasi Ekosistem

Science Film Festival 2023 Usung Pesan Pentingnya Restorasi Ekosistem

Peristiwa Retno Wulandari21 Oktober 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Jakarta (pilar.id) – Science Film Festival telah kembali hadir di Indonesia dalam edisi keempat belas, menjangkau siswa-siswi dari tingkat SD hingga SMA di 70 kabupaten dan kota dengan format hybrid mulai dari tanggal 21 Oktober hingga 30 November 2023.

Tahun ini, festival yang dipersembahkan oleh Goethe-Institut ini mengusung tema ‘Agenda Dekade Restorasi Ekosistem dari PBB’.

Para siswa akan diberikan pemahaman tentang pentingnya perlindungan dan pemulihan ekosistem melalui pemutaran film-film internasional yang dikombinasikan dengan serangkaian eksperimen sains yang menarik.

Science Film Festival di Indonesia akan memutar 18 film dari 12 negara berbeda, termasuk Afrika Selatan, Amerika Serikat, Argentina, Brazil, Chile, Indonesia, Inggris, Jerman, Kazakhstan, Kolombia, Tanzania, dan Thailand.

Film-film ini telah dipilih dengan cermat untuk memenuhi program Science Film Festival dan akan diputar secara bergantian di sekolah-sekolah di wilayah Jabodetabek, Blitar, Surabaya, Belitung Timur, dan Medan, lengkap dengan eksperimen sains yang mendidik.

Beberapa pusat sains di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Pontianak juga turut serta dalam menyelenggarakan pemutaran dan eksperimen sains secara tatap muka.

Pemutaran film dan demonstrasi eksperimen sains secara daring juga akan tersedia melalui platform Zoom untuk siswa-siswi di kota-kota di luar wilayah yang telah disebutkan di atas, termasuk Aceh, Arguni, Bintuni, Dolok Sanggul, Flores Timur, Jayapura, Kefamenanu, Pematang Siantar, Sidikalang, Sumbawa, Tobelo, Waikabubak, dan masih banyak lagi.

Pada tahun 2023, Science Film Festival menjadi mitra resmi untuk Agenda Dekade Restorasi Ekosistem dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Agenda ini mencakup periode dari tahun 2021 hingga 2030, yang juga merupakan tenggat waktu untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan periode yang menjadi fokus ilmuwan sebagai jendela terakhir untuk mencegah dampak serius dari perubahan iklim.

Restorasi ekosistem berarti membantu memulihkan ekosistem yang telah rusak atau terancam, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem yang masih utuh.

Baca Juga  Wisma Jerman Surabaya dan Sejarah Panjang Kerja Sama Indonesia-Jerman

Dr. Stefan Dreyer, Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, menyampaikan bahwa Science Film Festival berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya ekosistem dalam pengelolaan sumber daya lahan, air, dan hayati secara terpadu. Selain itu, komitmen ini juga menyoroti perlunya mengatasi isu-isu seperti penggurunan, degradasi lahan, erosi, kekeringan, kehilangan keanekaragaman hayati, dan kelangkaan air.

“Isu-isu ini dianggap sebagai tantangan bagi lingkungan, ekonomi, dan masyarakat dalam konteks pembangunan berkelanjutan global. Dengan menyajikan film-film dari berbagai belahan dunia yang mengeksplorasi topik-topik ilmiah untuk penonton muda, kami berharap dapat memicu kreativitas dan semangat eksplorasi serta cinta terhadap sains pada generasi muda,” ujar Dr. Stefan Dreyer.

Festival tahun ini didukung oleh sejumlah mitra utama, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Kedutaan Besar Republik Federal Jerman; inisiatif “Sekolah: Mitra menuju Masa Depan” (PASCH); Bildungskooperation Deutsch (BKD); Rolls Royce; Universitas Paramadina; Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya; Universitas Negeri Jakarta, dan PGRI. Selain itu, penyelenggaraan festival ini melibatkan lebih dari 300 mitra lokal, termasuk sekolah, institusi pendidikan, pusat sains, komunitas, dan mitra media.

Tatang Muttaqin, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menegaskan bahwa tema Science Film Festival tahun ini bukan hanya mencerminkan panggilan untuk bertindak, tetapi juga mencerminkan tekad bersama untuk membangun masa depan yang berkelanjutan dan lestari bagi generasi mendatang.

“Bagi generasi muda, memiliki pengetahuan dan pemahaman dalam bidang sains adalah hal yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan kita. Kami berharap acara ini tidak hanya akan memberikan tontonan film berkualitas yang menginspirasi imajinasi terkait sains, tetapi juga akan membuka pikiran mereka tentang betapa menyenangkannya dunia sains,” ungkap Tatang Muttaqin.

Ina Lepel, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, menyatakan, “Melalui sains, kita dapat lebih memahami pentingnya ekosistem yang sehat bagi kehidupan manusia, upaya mengatasi perubahan iklim, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Tidak diragukan lagi, kemajuan dalam ilmu pengetahuan akan memainkan peran yang sangat penting dalam menemukan solusi bagi tantangan-tantangan yang kita hadapi.”

Baca Juga  Suarakan Restorasi Ekosistem, Science Film Festival 2023 Resmi Dibuka

Pembukaan Science Film Festival 2023, yang berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Kantor Kemendikbudristek, Jakarta, telah dihadiri oleh lebih dari 200 pelajar. Mereka menyaksikan film animasi Indonesia berjudul “Sang Penerang Desa,” yang menceritakan pengalaman seorang anak bernama Puni yang tinggal di desa dan menemukan inspirasi untuk membawa perubahan di desa-desa Indonesia dengan membangun pembangkit listrik tenaga mikro-hidro. Selain itu, para siswa juga menonton “Checker Tobi: The Waste Check,” sebuah film asal Jerman yang mengajak penonton untuk melihat bagaimana sampah kemasan plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang baru.

Setelah menyaksikan kedua film tersebut, sejumlah siswa berpartisipasi dalam eksperimen sains yang diberi nama “Gas Karbondioksida.” Para siswa diberi tantangan untuk meniup balon dan memadamkan api dengan menggunakan gas karbondioksida, hanya dengan menggunakan asam cuka dan baking soda.

Sejak pertama kali diperkenalkan di Thailand pada tahun 2005, Science Film Festival telah secara konsisten mempromosikan literasi sains di kalangan pemuda di berbagai wilayah seperti Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah melalui komunikasi berbasis pengetahuan yang menghibur.

Science Film Festival pertama kali diperkenalkan dan diadakan di Indonesia pada tahun 2010 seiring dengan upaya perluasan regional festival.

Selama beberapa tahun terakhir, festival ini telah tumbuh menjadi salah satu festival terbesar di dunia dalam kategorinya, dengan lebih dari 700 ribu penonton di lebih dari 20 negara selama edisi tahun 2022, termasuk 66.533 penonton di Indonesia. Festival tahun ini diselenggarakan secara internasional di 21 negara sejak 1 Oktober hingga 20 Desember. (ret/ted)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Goethe-Institut

Berita Lainnya

Tari “Battle Zone” karya Puri Senja dan Martina Feiertag dipentaskan di Surabaya, mengajak penonton merenungi kesejarahan tubuh dan kekuasaan.

Pementasan Tari Battle Zone Hadirkan Refleksi Tubuh dan Kekuasaan di Surabaya

22 September 2025
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul (kiri) saat mengunjungi Politeknik Kesehatan Jakarta III didampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (kedua dari kiri).

Indonesia dan Jerman Perluas Integrasi Bahasa dalam Pendidikan Keperawatan

22 Agustus 2025
Gelaran REFLEKT 2024

Peluang Residensi Seniman di Berlin, Goethe-Institut Buka Pendaftaran REFLEKT 2025

16 April 2025
KinoFest, gelaran Festival Film Jerman yang diadakan oleh Goethe-Institut sebagai program tahunan

KinoFest 2024 Suguhkan Film Jerman Terbaru di Asia Tenggara dan Pasifik

1 Oktober 2024

Suarakan Restorasi Ekosistem, Science Film Festival 2023 Resmi Dibuka

23 Oktober 2023

Wisma Jerman Surabaya dan Sejarah Panjang Kerja Sama Indonesia-Jerman

8 Maret 2023

Kerjasama Goethe-Institut dan Kemenkes RI buka Peluang bagi Perawat Kerja di Jerman

31 Januari 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.