Jakarta (pilar.id) – Tokocrypto, sebagai bursa kripto terkemuka di Indonesia dan salah satu pionir di industri, mengungkapkan optimisme terhadap pertumbuhan pasar kripto di tahun 2024, baik secara global maupun di Indonesia.
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menyampaikan bahwa beberapa faktor mendukung pandangan bullish terhadap tren pasar kripto di tahun 2024. Pertama, potensi peningkatan adopsi kripto oleh institusi keuangan tradisional, dipengaruhi oleh upaya pengajuan Exchange-Traded Fund (ETF) kripto oleh manajemen aset besar di Amerika Serikat. Diharapkan hal ini juga akan berdampak positif pada pasar kripto di Indonesia.
“Jika ETF Bitcoin spot disetujui, kapitalisasi pasar Bitcoin bisa mencapai 1 triliun DOllar AS, memicu kenaikan harga BTC hingga 50 ribu Dollar AS atau bahkan melampaui rekor tertinggi sebelumnya pada 68 ribu Dollar AS,” kata Yudhono.
Dalam konteks makroekonomi, potensi penurunan suku bunga bank sentral AS (The Fed) di tahun depan diperkirakan akan memberikan sentimen positif pada pasar kripto. Penurunan suku bunga AS umumnya mendorong investor beralih ke kripto karena dianggap dapat memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan aset konvensional.
Faktor lain adalah Bitcoin halving yang diperkirakan terjadi pada tahun 2024, yang akan mempengaruhi pasokan Bitcoin yang beredar. Siklus kenaikan harga BTC umumnya terkait dengan peristiwa Bitcoin halving, yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2025.
“Kondisi makroekonomi dan peristiwa Bitcoin halving akan menjadi pendorong kuat untuk tren bullish pasar kripto di tahun 2024. Penurunan suku bunga The Fed akan mendorong investor beralih ke kripto sebagai aset yang lebih menguntungkan. Bitcoin halving juga akan mengurangi pasokan BTC, mendorong kenaikan harga Bitcoin,” tambah Yudhono.
Yudhono menambahkan bahwa faktor regulasi juga memiliki peran penting. Regulasi yang baik dapat membentuk tren pasar ke depan. Di Indonesia, pengaturan aset kripto sedang berada dalam masa transisi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peraturan OJK diharapkan akan memberikan arah yang lebih jelas terkait pengawasan kripto.
“Regulasi OJK dapat membuka peluang pengembangan industri aset digital secara lebih luas, termasuk kerja sama antara institusi keuangan dan pelaku usaha kripto. Ini juga dapat meningkatkan pemahaman publik tentang risiko dan peluang di pasar kripto,” ujar Yudhono.
Meskipun pasar kripto menghadapi tantangan, Tokocrypto tetap dalam kondisi yang sehat dan stabil. Dalam dua kuartal terakhir tahun 2023, platform ini mencatat peningkatan transaksi sebesar 40 persen, menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas.
Dengan lebih dari 3,2 juta pengguna terdaftar dan rata-rata volume perdagangan harian mencapai lebih dari 18 ribu Dollar AS, Tokocrypto yakin bahwa pasar kripto di Indonesia akan terus berkembang di tahun 2024. (hdl)










