Cilacap (pilar.id) – Presiden Joko Widodo, didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, memulai tahun 2024 dengan kunjungan kerja ke refuse-derived fuel (RDF) pertama di Indonesia pada Selasa (2/1/2024).
Fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini terletak di Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses pengolahan sampah menjadi RDF, mulai dari pencacahan hingga pengayakan.
Fasilitas ini mampu mengolah sampah perkotaan dari 14 kecamatan di Kabupaten Cilacap, dengan kapasitas mencapai 200 ton, menghasilkan produk pengganti bahan bakar atau batu bara hingga 60 ton per hari. Produk ini digunakan sebagai bahan bakar tungku pembakaran di pabrik semen.
Presiden Joko Widodo menyampaikan, mesin RDF di TPST tersebut memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 200 ton, tapi baru terolah 150 ton per hari.
“Fasilitas pengolahan sampah ini, yang mencakup area seluas satu hektar, merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Cilacap, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Pemerintah Kerajaan Denmark,” jelasnya.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menyatakan bahwa pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif ini menciptakan solusi ramah lingkungan dan mendukung terwujudnya sirkular ekonomi. Selain itu, RDF juga membantu industri pengguna batu bara, seperti industri semen, untuk menurunkan emisi karbon dari proses produksi.
RDF Plant Cilacap, yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, pada Juli 2020, telah memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan. Pada 2020, RDF Plant Cilacap berhasil mengolah 21.965 ton sampah perkotaan, menghasilkan 7.668 ton RDF. Jumlah ini terus meningkat, mencapai 26.578 ton RDF dari pengolahan 47.837 ton sampah pada tahun 2022.
SBI, sebagai operator resmi RDF Plant Cilacap, bukan hanya fokus pada pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, tetapi juga menerapkan ekonomi sirkular melalui program inovasi sosial bernama Baruwani (Bala Runtah Watu Geni). Program ini melibatkan masyarakat dalam pemilahan sampah rumah tangga dan pengolahan menjadi barang bernilai ekonomis, seperti paving block, wayang, pupuk kompos, sandal, dan mebel runtik.
Pada 2022, SBI berhasil meraih PROPER Emas dari KLHK, menjadi satu-satunya perusahaan semen yang meraih penghargaan tersebut. Keberhasilan implementasi RDF di Cilacap mendorong banyak pemerintah daerah, termasuk Pemprov Aceh, DKI Jakarta, Pemkab Sleman, Temanggung, dan pengelola sampah di Denpasar, Bali, untuk menjalin kerja sama dengan SBI guna mereplikasi fasilitas RDF di daerah masing-masing. (ret/hdl)










