Surabaya (pilar.id) – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga (FEB UNAIR), Benefita Diva Putra Wibowo, memiliki kesempatan unik untuk menempuh studi di University of York, Inggris, melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).
Ben, panggilan akrabnya, mengakui bahwa kesempatan untuk belajar di Inggris adalah impian yang telah lama diidamkannya. Melalui IISMA 2023, ia memanfaatkan segala upayanya untuk menjadi salah satu penerima penghargaan. Ben berbagi kisah tentang perjuangannya, yang melibatkan persiapan dokumen seperti English Proficiency Test (EPT), paspor, dan esai dalam waktu singkat.
“Perjuangan saya untuk mendapatkan IISMA sangat panjang. Hanya tiga bulan untuk menyiapkan segala dokumen, termasuk EPT, paspor, dan esai. Alhamdulillah, semua bisa saya lewati, dan sekarang saya bisa belajar di York,” papar Ben.
Menjadi salah satu penerima penghargaan IISMA menjadi anugerah bagi Ben karena ini adalah kali pertamanya menjalani kehidupan mandiri di luar negeri. Ia juga merasakan perbedaan signifikan, terutama dalam hal makanan dan sistem pendidikan.
Ben mengungkapkan bahwa adaptasi terhadap makanan Inggris memerlukan waktu yang cukup lama, karena mayoritas makanan di sana kurang bumbu dan cenderung hambar. Ia juga mengalami culture shock terkait dengan sistem pendidikan yang lebih fleksibel di Inggris, termasuk kebijakan absensi yang berbeda dengan Indonesia.
“Studi di Inggris lebih fleksibel, dan absensi bukanlah faktor urgensi seperti di Indonesia. Penilaian lebih berfokus pada esai akhir semester,” ungkapnya.

Selama di York, Ben tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan pertukaran budaya bersama mahasiswa lokal. Salah satu aksinya adalah pada kegiatan Batik Day, yang bertujuan memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa lokal, termasuk jenis batik, mainan tradisional, dan kain tradisional.
“Kami menjual berbagai produk seperti baju tradisional, batik kit, dan jajanan khas Indonesia. Hasil penjualan tersebut didonasikan ke St. Leonard’s Hospice, dan kami berhasil mengumpulkan 215 GDP,” jelas Ben.
Ben juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) atas kesempatan studi di luar negeri melalui IISMA. Ia berharap dapat memberikan kontribusi untuk pendidikan di Indonesia setelah menyelesaikan pendidikannya. (ipl/hdl)










