Jakarta (pilar.id) – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) fokus pada evaluasi keselamatan perjalanan kereta api dengan peningkatan jalur dan pembangunan jalur ganda. Tujuan utama adalah meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan perjalanan kereta api.
“Dalam menghadapi sejumlah insiden kereta api belakangan ini, kami bersama para pihak terkait tengah berupaya mendalami insiden-insiden yang terjadi. Harapannya, solusi dapat dirumuskan agar insiden serupa tidak terulang,” ungkap Direktur Jenderal Perkeretaapian, Risal Wasal, di Balikpapan pada Senin (15/1/2024).
Insiden-insiden tersebut mencakup anjloknya kereta di Stasiun Tanggulangin dan perlintasan sebidang di Klaten, Banyuwangi, dan Tebingtinggi. DJKA merespons dengan pembangunan jalur ganda, seperti Segmen Cirebon – Purwokerto – Yogya – Solo – Madiun – Wonokromo (rampung pada 2020), Segmen Bogor – Sukabumi (progres mencapai 97,14 persen), dan Segmen Kiaracondong – Cicalengka (Tahap I rampung 2022, Tahap II progres mencapai 76,08 persen).
Untuk mengatasi anjloknya kereta, DJKA menargetkan 18 kegiatan peningkatan prasarana perkeretaapian pada tahun 2024. Dengan fokus pada peningkatan kapasitas jalur, fasilitas operasi pendukung, dan pengaturan perlintasan sebidang, DJKA bertujuan agar 94 persen dari keseluruhan jalur kereta api di Indonesia mencapai standar Track Quality Index (TQI) Kategori 1 dan 2 pada 2024.
Risal Wasal menekankan bahwa mencapai standar kualitas TQI Kategori 2 memungkinkan kereta beroperasi pada kecepatan 80-120 km/jam dengan aman. Selain itu, DJKA mendorong penanganan perlintasan sebidang melibatkan Kementerian PUPR, Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan terkait.
DJKA berusaha menghilangkan atau menutup perlintasan sebidang yang berdekatan, memasang pagar sterilisasi jalur KA, membangun flyover atau underpass, dan mengembangkan sistem deteksi rintangan di perlintasan sebidang. Meskipun DJKA berperan aktif, Risal Wasal berharap operator KAI juga ikut berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan dan pelayanan.
Walaupun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas, mendahulukan perjalanan kereta api, dan tidak menerobos palang pintu perlintasan. Risal Wasal menyampaikan harapannya agar partisipasi aktif masyarakat dapat menjaga keamanan dan keselamatan bersama. (ret/hdl)










