Jakarta (pilar.id) – Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN), menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program unggulan.
Salah satu program tersebut melibatkan bantuan pupuk sebesar Rp2 juta per hektar per musim tanam, penggantian gagal panen sebesar Rp10 juta per hektar, dan pemberian pinjaman bunga rendah kepada petani.
AMIN juga mengusulkan skema pertanian kontrak sebagai solusi, dengan menyiapkan regulasi khusus tentang pertanian kontrak agar petani di sentra-sentra pertanian dapat bermitra dengan BUMN, BUMD, dan swasta.
Selain itu, mereka akan mendorong penerapan konsep cooperative farming pada lahan food estate dan lahan rusak yang tidak produktif.
Prof. Awalil Rizky, Dewan Pertimbangan Timnas AMIN, menjelaskan bahwa AMIN secara jelas menunjukkan keberpihakannya kepada petani. Petani dianggap sebagai kelompok masyarakat utama dalam 28 simpul kesejahteraan AMIN, yang bertujuan mewujudkan petani yang tenang, untung, dan dapat menabung.
Fadhil Hasan, Dewan Pakar Timnas AMIN, menyoroti permasalahan petani saat ini dan menekankan perlunya berbagai program. Peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi dan mekanisasi, serta perbaikan infrastruktur pertanian menjadi fokus dalam mengatasi tantangan ini.
Pengamat ekonomi Yanuar Rizky menilai bahwa konsep contract farming AMIN bagus untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Namun, dia menekankan perlunya detail terkait margin yang akan diberikan kepada petani agar konsep tersebut dapat lebih efektif.
Langkah AMIN untuk mengatasi persoalan pupuk dan pertanian diapresiasi, dengan penekanan pada pengentasan kemiskinan struktural melalui reforma agraria. Zonasi lahan diidentifikasi sebagai kunci pelaksanaan reforma agraria yang efektif.
Selain itu, AMIN mendapatkan dukungan untuk subsidi output pertanian dan menjaga harga di konsumen. Subsidi pupuk yang diubah dalam bentuk output pertanian dianggap sebagai langkah positif untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (riq/hdl)










