Jakarta (pilar.id) – Dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-78 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya menerapkan rekayasa lalu lintas situasional.
Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kepadatan mobilitas pada Sabtu (20/1/2024). Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional, dan masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan petugas di lapangan serta memanfaatkan rute alternatif yang telah disiapkan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan di sekitar GBK dan kawasan Jl. M.H. Thamrin-Sudirman. “Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan mobilitas, mulai pukul 00.00 sampai dengan 09.00 WIB,” ungkap Syafrin.
Arus lalu lintas dari Selatan (Cipete) menuju Utara (Senayan)/Barat (Slipi) dapat mengikuti rute melalui Jalan Bulungan-Jalan Pati Unus-Jalan Pakubuwono VI-Jalan Hang Lekir 2-Jalan Hang Lekir 1-Jalan Asia Afrika-Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Gatot Subroto-dst. Sementara itu, arus lalu lintas dari Utara (Harmoni) menuju Selatan (Senayan) dapat memilih rute melalui Jalan Ir. Juanda-Jalan Pos–Jalan Kesenian–Jalan Lapangan Banteng Utara–Jalan Lapangan Banteng Barat–Jalan Pejambon–Jalan Medan Merdeka Timur-dst.
Selain itu, terdapat 26 titik lokasi parkir yang disiapkan untuk mendukung acara Harlah NU, dengan rincian 12 titik lokasi parkir di dalam area GBK, sembilan titik di sekitar GBK Senayan, dan lima titik di sekitar Monas. Sarana dan prasarana pendukung seperti tenaga kesehatan, ambulans, RS rujukan, kursi roda, petugas kebersihan, dan mobil toilet juga disiapkan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan acara.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas dan fasilitas pendukung yang memadai, diharapkan Harlah NU di GBK dapat berjalan lancar dan aman bagi semua peserta serta pengunjung yang hadir. (hen/hdl)










