Cirebon (pilar.id) – KH Muhammad Mustofa Aqil Siradj, pengasuh Pondok Pesantren KH Aqil Siradj (KHAS) Kempek, Cirebon, mengungkapkan makna mendalam dari nama Siti Atikoh Suprianti, istri calon Presiden RI Ganjar Pranowo. Kang Muh, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa nama Atikoh mengandung makna kebebasan.
Kang Muh menyampaikan hal ini saat menyambut kehadiran Atikoh dalam acara Seminar Kesehatan Remaja Putri di PP KHAS Kempek, Selasa (30/1/2024). Adik dari mantan Ketua PBNU KH Aqil Siradj ini merinci arti dari nama Atikoh.
“Kalau Atikah adalah salah satu bibi dari Rasulullah SAW. Kalau Atiqoh, maknanya terbebaskan dari kesulitan. Bersama beliau, kita akan terbebas dari segala kesulitan bangsa. Insyaallah,” tutur Kang Muh.
Kang Muh juga memberikan pujian untuk istri Ganjar. Atikoh diapresiasi sebagai sosok yang cekatan, cerdas, muda, dan cantik, sehingga sebagai mantan wartawan, ia diyakini akan membawa Indonesia keluar dari kesulitan.
“Orangnya cekatan, cerdas, muda, cantik lagi, dari mana orang tidak tertarik. Makanya, kami berdoa siang malam agar beliau bisa mendampingi beliau, Bapak Ganjar menjadi Presiden RI,” ungkapnya.
Menantu almarhum KH Maimoen Zubair ini mengajak para santri, alumni, dan keluarga besar PP KHAS Kempek Cirebon untuk mendoakan agar Ganjar-Mahfud terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Pasangan ini diharapkan dapat memberantas korupsi sesuai dengan komitmen yang mereka pegang.
“Jika kehancuran negara disebabkan oleh korupsi, dan ada orang yang ingin memberantas korupsi, sudah seharusnya mendukung, mendoakan, dan memenangkan. Oleh karena itu, santri, khususnya di Cirebon, wajib mendoakan Pak Ganjar dan Pak Mahfud, didampingi Ibu Siti Atikoh, untuk berada di Istana,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Atikoh juga menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan bagi para santriwati. Selain menjaga kesehatan jasmani, perempuan juga harus menjaga kesehatan mental dan rohani. Menurutnya, kesehatan perempuan berpengaruh pada kekuatan keluarga.
“Kesehatan sangat penting karena mempengaruhi produktivitas, konsentrasi belajar, dan tentu untuk masa depan,” ucapnya.
Selain itu, Atikoh menjelaskan bahwa kesehatan perempuan memiliki keterkaitan dengan program pencegahan stunting.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari anak remaja. Mereka harus paham tentang gizi, asam folat, dan definisi anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi,” katanya.
Atikoh juga menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental bagi perempuan, terutama para santriwati.
“Agar mereka bisa bahagia, belajar dengan konsentrasi, dan memiliki empati terhadap teman-teman. Tapi dari yang saya lihat, santriwati di PP KHAS Kempek semuanya bahagia,” tambah Atikoh.
Selain menghadiri seminar, Atikoh juga menghadiri peresmian dua Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) di PP KHAS Kempek dan Pondok Pesantren Buntet Cirebon.
“Saya sangat mengapresiasi upaya Pak Hary Tanoesoedibjo, Yayasan Wasantara. Ini sejalan dengan program Ganjar-Mahfud di mana fasilitas kesehatan harus dekat dengan masyarakat, sehingga pertolongan pertama dapat langsung diberikan dengan cepat,” pungkasnya. (riq/hdl)










