Jakarta (pilar.id) – Ketua DPR RI, Puan Maharani, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Klaten, Jawa Tengah, untuk mendukung pengrajin gerabah dan pelaku usaha makanan ringan. Dalam kunker di Jateng tersebut, Puan mengunjungi desa sentra gerabah dan kampung penghasil camilan atau makanan ringan.
Puan tiba di Klaten didampingi oleh Anggota DPR RI, Paramita Widya Kusuma, dan My Esti Wijayati pada Selasa (30/1/2024). Ini merupakan kunjungan kesekian kalinya bagi Puan ke Jateng.
Di awal kunjungannya, Puan meninjau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Pagerjurang, Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten, yang merupakan sentra gerabah. Bupati Klaten, Sri Mulyani, turut mendampingi Puan.
Desa Melikan dikenal sebagai pusat pengrajin gerabah yang mampu memproduksi 3.000 ribu piring, 100-150 kendi, dan satu guci dalam sehari. Puan berkesempatan melihat proses produksi gerabah secara tradisional dan bertemu dengan pengrajin lokal.
Produk gerabah dari Desa Melikan memiliki kekhasan dan karakter tersendiri, sehingga pada tahun 2022 diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Puan menyatakan kebanggaannya terhadap produk gerabah tersebut dan berkomitmen untuk mendukung pelestarian tradisi pengrajin gerabah.
Setelah melihat proses produksi, Puan mengunjungi show room pelaku industri gerabah rumahan di Desa Pagerjurang, Bayat, Klaten. Di sini, ia berbincang dengan pemilik kios, Ibu Yani, yang telah menjalankan usaha sejak tahun 1998. Ibu Yani tidak hanya memiliki kios, tetapi juga membina lebih dari 20 pengrajin gerabah di kampung tetangga, Desa Paseban.
Puan tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga berbelanja beberapa produk gerabah seperti cobek batu, 10 tungku obat nyamuk, dan wadah kendi dengan uliran. Ia menyatakan kehadirannya di sentra gerabah Klaten sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan pengembangan UMKM.
Selanjutnya, Puan melanjutkan kunjungannya ke sentra produksi snack di Dusun Jiwan, Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan. Di sini, Puan berbincang dengan pengrajin makanan ringan dan melihat proses pembuatan pangsit, keripik sukun, kerupuk, rambak, dan intip (kerak nasi).
Pengrajin snack di Desa Gondangan memiliki sekitar 50 produsen yang tergabung dalam koperasi. Puan mengapresiasi kerja keras mereka yang telah menjual produknya hingga ke Belgia, Argentina, dan beberapa negara lainnya.
Pada kesempatan ini, Puan memberikan dorongan agar UMKM di sektor snack menerima perhatian khusus dari Pemerintah. Ia menyoroti pentingnya tiga pilar dukungan, yaitu Permodalan, Pembinaan, dan Pemasaran, untuk mendorong pertumbuhan UMKM.
“Pemerintah perlu memberikan bantuan modal, pembinaan agar usaha UMKM dapat mengikuti perkembangan zaman, dan bantuan pemasaran agar sentra produksi snack dapat meningkatkan penjualan secara online,” ucap Puan Maharani.
Dengan semangat positif, Puan berharap UMKM di Klaten dapat terus berkembang dan mencapai pasar yang lebih luas. (hen/hdl)










