Surabaya (pilar.id) – Choirul Anam, Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim), dengan tegas menyatakan kesiapan KPU Jatim dalam menyelenggarakan Pemilu 2024. Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam acara talkshow ‘#DemiIndonesiaCerdasMemilih’ yang diadakan di Gedung Dyandra Convention Center, Surabaya, pada Selasa (6/2/2024).
“KPU Jatim telah menyelesaikan 100 persen persiapan logistik untuk Pemilu hingga saat ini. Mulai tanggal 8 Februari 2024, logistik akan didistribusikan ke berbagai kecamatan di Jawa Timur secara bertahap. Kami juga telah mengurus segala kebutuhan logistik, termasuk jumlah personil armada,” ungkap Choirul.
Lebih lanjut, Choirul memperkirakan bahwa pada tanggal 12 Februari 2024, seluruh logistik akan sampai di kecamatan, dan pada tanggal 13 Februari 2024, akan didistribusikan ke semua Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Kami juga menambahkan lapisan plastik pada semua logistik untuk meminimalisir kerusakan surat suara akibat hujan. Surat suara yang rusak pun telah diganti,” terangnya.
Selain persiapan logistik, Choirul juga menyebutkan bahwa KPU Jatim telah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar pelaksanaan pemilu berjalan lancar. “Kami telah memberikan pelatihan teknis kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) secara menyeluruh. Tidak seperti sebelumnya di mana hanya sebagian dari mereka yang mendapat pelatihan, tahun ini semua petugas kami beri pelatihan,” ujarnya.
Choirul menekankan bahwa pelatihan ini dapat mengurangi risiko kecurangan dalam pemilu. “Hal ini penting mengingat Jawa Timur memiliki jumlah pemilih terbanyak kedua di Indonesia, yakni 31.402.828 pemilih,” jelasnya.
“Sementara jumlah petugasnya mencapai 1.114.000 orang, termasuk KPPS, Linmas, PPS, PPK, dan lainnya,” tambahnya.
Selain memperkuat SDM, KPU Jatim juga telah berkoordinasi dengan BMKG dan pihak terkait lainnya terkait perkiraan cuaca pada tanggal 14 Februari mendatang.
“Cuaca merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi jalannya pemilu, oleh karena itu kami telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), Dinas Perhubungan (Dishub), dan pihak lainnya terkait cuaca,” papar Choirul.
Choirul juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan hak suaranya dengan bijak, cerdas, dan tetap menjunjung tinggi toleransi. “Kepada para pemilih, kami mengimbau dua hal. Pertama, gunakan hak pilih dengan bijak dan cerdas. Kedua, tetaplah menjunjung tinggi toleransi. Ketika ada perbedaan pendapat, mari kita tidak memaksakan. Saya yakin bahwa dengan menjaga dua hal tersebut, Pemilu 2024 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan damai,” tambahnya. (riq/hdl)










