Serang (pilar.id) – Seminar bertajuk “Fatsoen-Politik & Hukum: Menuju Etika & Hukum sebagai Pondasi Politik yang Berkeadilan di Indonesia” diadakan di Pesantren Alam al-Anwari Madani, Serang, Banten.
Acara ini diawali dengan pembacaan puisi sebagai penghormatan kepada almarhum Prof. Dr. Abdul Hadi WM, dan dihadiri oleh sejumlah pembicara terkemuka.
Dr. Suratno Muchoeri, Ketua The Lead Institute Universitas Paramadina, menyatakan bahwa pentingnya menjunjung tinggi etika dalam praktik hukum. Menurutnya, etika memiliki posisi yang lebih tinggi dibanding hukum, karena nilai dan norma etika menjadi dasar bagi hukum. Dr. Suratno mengutip filsuf Jerman, Immanuel Kant, yang menyatakan bahwa seseorang sudah bersalah dalam etika hanya dengan mempertimbangkan melakukan tindakan yang melanggar nilai-nilai moral.
Dr. Fachrizal Afandi, Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang, menyoroti relevansi spirit prophetic dari Nabi Muhammad SAW dalam konteks hukum dan etika. Beliau menekankan ketegasan Nabi dalam menegakkan hukum, bahkan terhadap anggota keluarganya sendiri, serta pentingnya akhlaq dalam misi kenabian.
Dalam konteks Indonesia, Dr. Fachrizal menyoroti kasus-kasus conflict of interest yang sering kali terjadi di berbagai lembaga, seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemilihan Umum, serta politisasi dalam penyaluran bansos.
Dr. Fully Handayani Ridwan, Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia, menambahkan bahwa meskipun lembaga-lembaga hukum di Indonesia telah memiliki aturan dan prosedur terkait etika, namun implementasinya seringkali terhambat oleh kepentingan politik dan penguasa. Control dari masyarakat juga menjadi penting dalam menjaga integritas lembaga-lembaga tersebut.
Kyai Agus Heryanto, pengasuh Pesantren Alam al-Anwari Madani, menekankan pentingnya pendidikan etika dalam pembentukan kepemimpinan yang berintegritas. Kyai Agus menyatakan bahwa pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga kelak mereka dapat menjadi pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai etika dan hukum dalam tindakan mereka.
Seminar ini menggarisbawahi perlunya keselarasan antara hukum dan etika sebagai fondasi utama dalam menjaga keadilan dan keberlanjutan politik di Indonesia. Diharapkan, kesadaran akan pentingnya etika dalam setiap tindakan politik dan hukum akan menjadi bagian integral dalam pembangunan bangsa ke depannya. (mad/hdl)










