Tanah Bumbu (pilar.id) – PT Borneo Indobara (PT BIB) menyerahkan secara resmi pengelolaan Masjid Apung Ziyadatul Abrar kepada pemerintah daerah. Acara peresmian yang berlangsung pada Minggu, 26 Desember tahun lalu, di Pantai Siring Pagatan, menandai langkah positif dalam upaya memfasilitasi kebutuhan religius masyarakat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Masjid yang dibangun di area pantai ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan dan juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata religi, mengoptimalkan potensi keindahan garis pantai Tanah Bumbu.
Dalam sambutannya, Chief Operating Officer PT BIB, Raden Utoro, menyatakan bahwa masjid tersebut merupakan persembahan dari PT Borneo Indobara untuk masyarakat Tanah Bumbu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) pilar keagamaan.
“Masjid ini bukan milik BIB, tetapi milik Tanah Bumbu. Persembahan ini merupakan bagian dari program CSR kami, khususnya di bidang keagamaan,” ujar Raden Utoro.
Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi PT Borneo Indobara dalam pembangunan Masjid Apung. Ia menyebut bahwa Tanah Bumbu kini memiliki ikon wisata religi yang dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung.
“Terima kasih kepada PT Borneo Indobara atas kontribusinya. Kita kini memiliki sebuah ikon wisata religi. Ini luar biasa dahsyat. Kami dari pemerintah daerah mengucapkan banyak terima kasih,” kata Bupati Zairullah Azhar.
Meski acara peresmian berlangsung di tengah hujan, keindahan garis pantai tetap terasa. Para hadirin, termasuk Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Lana Saria, Yayasan Muslim Sinar Mas, Condrokirono, dan jajaran forkopimda, hadir untuk merayakan momen bersejarah ini.
Masjid Apung Ziyadatul Abrar memiliki desain unik yang terinspirasi dari bentuk perahu layar, menggambarkan perahu pinisi yang mengarungi lautan dengan layar terbentang. Desain ini memberikan ciri khas bangunan dari Kalimantan Selatan, dengan menyertakan unsur-unsur logo Kabupaten Tanah Bumbu, seperti perahu layar.
Dalam upaya mendukung perekonomian setempat, Pemerintah Daerah Tanah Bumbu berencana mengembangkan kawasan Pantai Pagatan menjadi pusat wisata terpadu. Hal ini melibatkan pembenahan area sekitar masjid serta pembangunan dua jalan, salah satunya diperuntukkan bagi wisata.
Dengan peresmian ini, Masjid Apung Ziyadatul Abrar diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Ramadan tahun ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Tanah Bumbu yang dapat merayakan bulan suci di Masjid Apung Ziyadatul Abrar, menggabungkan ibadah dengan pengalaman wisata yang unik. (riq/ted)










