Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota Surabaya fokus pada perbaikan infrastruktur di wilayah barat pada tahun 2024. Sebelumnya, pembangunan lebih banyak terpusat di wilayah selatan dan timur.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengungkapkan fokus pembenahan infrastruktur ini terutama terkait penanggulangan banjir di Kecamatan Pakal dan Benowo yang sudah berlangsung belasan tahun.
Syamsul Hariadi menjelaskan bahwa pembangunan sebelumnya cenderung terfokus di wilayah timur dan selatan, meninggalkan wilayah barat dengan jumlah rumah pompa dan saluran yang kurang maksimal.
Dalam kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya kini memprioritaskan wilayah barat. Salah satu proyek utama adalah peninggian Jalan Tengger Raya, Benowo, sebagai langkah konkret untuk mengatasi banjir.
“Ini langsung kita laksanakan dengan pembuatan tanggul. Saat ini kita menggunakan tanggul sementara dengan pasir sebagai penahan air, sambil merencanakan tanggul permanen dengan batu kumbung,” ungkap Syamsul.
Selain pembangunan tanggul, Pemkot Surabaya juga melakukan peninggian Jalan Tengger Raya sepanjang sekitar 500 meter dengan ketinggian antara 30-50 centimeter. Proyek ini direncanakan menggunakan skema swakelola, dengan proses pengurukan pasir sebagai langkah awal.
“Kita urug dulu, ada prosesnya, urug dulu kemudian dipadatkan. Targetnya selesai dalam satu bulan untuk pembangunan tanggul dan peninggian jalan,” tambahnya.
Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi meninjau langsung Jalan Tengger Raya, Benowo, yang mengalami genangan pada malam hari sebelumnya. Dalam tinjauan tersebut, Wali Kota Eri memerintahkan pembenahan infrastruktur untuk mengatasi masalah banjir.
“Jalan Tengger Raya terlalu rendah, jadi kita akan tinggikan. Pada tahun 2022, jalannya sudah ditinggikan 1,2 cm, namun belum sepenuhnya menyelesaikan masalah banjir. Oleh karena itu, kita akan bangun tanggul dan melakukan pengerukan bozem di wilayah tersebut,” ungkap Wali Kota Eri Cahyadi. (rio/hdl)










