Jakarta (pilar.id) – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lolly Suhenty mengungkapkan bahwa Sulawesi Selatan (Sulsel) termasuk salah satu daerah yang mengalami banyak pemungutan suara ulang (PSU).
Dikatakan, salah satu pemicu PSU adalah adanya petugas KPPS yang kebingungan dalam memperlakukan pemilih, terutama dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK).
“Dalam pemantauan Bawaslu, masih terdapat kebingungan bagaimana teman-teman KPPS memperlakukan DPTb, DPK sehingga hal-hal semacam ini seharusnya tidak terjadi, malah terjadi. Ini memang menjadi perhatian,” tegas Lolly di Bone, Sulsel, pada Sabtu (24/2/2024).
Selain itu, Lolly juga menyatakan bahwa terdapat beragam dugaan pelanggaran di Sulsel mulai dari pelanggaran administrasi hingga pelanggaran pidana dan etika. Bawaslu tengah mengumpulkan data untuk memastikan data yang diterima pusat adalah data yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
“Ini jadi evaluasi keseluruhan di jajaran kami, salah satunya berkaitan dengan potensi PSU yang tinggi karena ada hal teknis yang belum terlalu kuat diserap oleh teman-teman KPPS,” ujarnya.
Lolly menegaskan pentingnya memastikan seluruh proses PSU berjalan tanpa kesalahan. Ia menekankan bahwa PSU hanya boleh dilakukan satu kali, dan seluruh prosedur harus dilakukan dengan benar, mulai dari PTPS, PKD Panwascam, hingga Kabupaten Kota Provinsi.
“Dari pantauan prosesnya sejauh ini berjalan baik. Kami jajaran Bawaslu dan mitra kerja memastikan tidak ada kekeliruan yang menciderai proses PSU,” jelas Lolly.
Pantauan ini dilakukan Lolly saat memantau PSU di TPS 015 dan 016 di Kecamatan Tanete Riattang Timur serta satu TPS di Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Selain itu, ia juga memantau PSU di Kabupaten Sinjai, dengan jumlah 6 TPS yang tersebar di 4 TPS di kecamatan Sinjai Utara, 1 TPS di kecamatan Sinjai Timur, dan 1 TPS di kecamatan Sinjai Selatan.
Provinsi Sulsel mengadakan PSU untuk 64 TPS yang tersebar di 19 Kabupaten/Kota. Selain memantau PSU, Lolly juga memberikan santunan kepada dua orang PKD yang meninggal di Bone, Sulawesi Selatan. (hdl)










