Jakarta (pilar.id) – Pertamina EP Zona 7, bagian dari Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, tengah mempersiapkan rencana pengeboran 19 sumur minyak sepanjang tahun 2024. Dengan produksi yang direncanakan mencapai 1.203 barel minyak per hari dan 14,58 juta meter kubik gas setara minyak per hari, langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi sumur eksisting.
Pada tahun sebelumnya, Pertamina EP Zona 7 telah menunjukkan kinerja yang baik dengan pengeboran 22 sumur baru dan melakukan perbaikan pada beberapa sumur melalui pekerjaan workover dan 180 intervensi sumur. Dari rangkaian operasional tersebut, perusahaan berhasil mengangkat 11.284 barel minyak per hari (BOPD) dan 233,29 Juta Standar Kaki Kubik per Hari.
“Sektor ini memiliki kontribusi besar terhadap pengolahan produk bahan bakar dan gas yang mendukung berbagai sektor, termasuk suplai listrik dan industri pupuk di wilayah Jawa Barat,” kata Sakti Parsaulian, General Manager Pertamina EP Zona 7.
Selain peningkatan produksi, Pertamina EP Zona 7 juga tengah fokus pada proyek pembangunan CO2 Removal dan Dehydration Unit (DHU) di Stasiun Pengumpul (SP) Karang Baru dan SP Jatiasri. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas gas komersil dan mengoptimalkan penjualan gas agar lebih banyak diserap oleh industri.
Pertamina EP Zona 7 juga telah membuktikan upaya eksplorasi dengan berhasil menemukan cadangan hidrokarbon melalui dua sumur eksplorasi, yaitu East Akasia Cinta (EAC)-001 dan Sumur East Pondok Aren (EPN)-001. Kedua sumur ini akan dievaluasi lebih lanjut untuk diusulkan ke tahapan pengembangan, yang diharapkan dapat menambah produksi migas.
Untuk mendukung komitmen mencapai target emisi bersih global 2050, Pertamina EP Zona 7 turut berkontribusi dengan mereduksi emisi sebesar 65.663,72 ton CO2 melalui berbagai upaya, termasuk program penghijauan di area pesisir dengan menanam lebih dari 86 ribu mangrove.
Prestasi luar biasa yang ditunjukkan oleh Pertamina EP Zona 7 diakui dengan penghargaan Patra Nirbaya 2023 dari Direktoral Jenderal Migas Kementerian ESDM. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang mencapai prestasi luar biasa tanpa kehilangan jam kerja akibat kecelakaan.
Selain itu, perusahaan juga meraih penghargaan PROPER peringkat Hijau dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup di tahun 2023 sebagai bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (hdl)










