Surabaya (pilar.id) – Prof dr Muhammad Miftahussurur SpPD MKes PhD, seorang Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), telah bergabung dengan D’Professor Band sebagai anggota termuda.
Cerita perkenalannya dengan band ini dimulai setelah kembali dari Amerika Serikat, di mana ia menyelesaikan pendidikan di Baylor College of Medicine, Texas, USA. Saat menyaksikan pertunjukan D’Professor di kampus, Prof Miftah merasa terinspirasi dan ingin menjadi bagian dari kelompok tersebut.
“Pentas D’Professor memberikan inspirasi besar untuk saya bergabung. Saya merasa bangga menjadi bagian dari mereka yang memiliki segudang kesibukan sebagai Guru Besar dan tetap semangat berkarya di luar kegiatan akademis,” ujar Prof Miftah di Surabaya, Rabu (6/3/2024).
Menurut Prof Miftah, selain minatnya yang besar dalam bidang kedokteran, ia juga sangat menyukai menyanyi meskipun tidak terlalu mahir memainkan alat musik. Oleh karena itu, D’Professor Band menjadi wadah yang cocok untuk menyalurkan minat dan bakatnya di bidang musik.
Kehadiran D’Professor Band membuka cakrawala inspirasi bagi Prof Miftah, karena sebagian besar anggotanya adalah Guru Besar dengan kesibukan yang padat di berbagai lembaga. Ia melihat semangat dan dedikasi anggota band dalam berkumpul meskipun sibuk dengan tugas akademis dan jabatan struktural.
“Saya sangat terinspirasi dengan semangat D’Professor Band. Meski memiliki kesibukan tinggi, kami tetap bersatu untuk berdiskusi tentang hal-hal yang tidak berhubungan dengan ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Prof Miftah juga menyoroti anggota band lainnya, seperti Prof Dr dr Widodo Ario Kentjono SpTHT BKL Subsp Onk (K) yang merupakan pendiri dan ketua D’Professor, dan anggota band lain yang menjabat sebagai rektor, dekan, direktur, dan pejabat pemerintahan. Ia menyebut hal ini sebagai bukti bahwa anggota D’Professor Band membuktikan bahwa semangat berkarya tidak terhenti oleh jabatan dan kesibukan.
Sebagai Guru Besar termuda dan anggota junior di band, Prof Miftah menghadapi banyak pengalaman dan tantangan. Ia harus bijak dalam beradaptasi dengan dinamika band yang didominasi oleh anggota senior. Meskipun demikian, Prof Miftah tetap memberikan kontribusi positif dengan menjadi penengah dalam memadukan konsep musik band yang memadukan unsur lama dan kekinian.
“Ini membuktikan bahwa D’Professor Band tumbuh dan hidup karena cinta mereka sebagai Guru Besar UNAIR. Terlepas dari posisi atau jabatan, semangat tetap ada,” pungkasnya.
Dengan keterlibatannya dalam D’Professor Band, Prof Miftah berharap dapat terus menginspirasi dan memotivasi mahasiswa serta masyarakat luas melalui karya seni musik. (hdl)










