Mojokerto (pilar.id) – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana banjir yang melanda Kabupaten dan Kota Mojokerto. Adhy Karyono langsung meninjau lokasi tanggul yang jebol di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada Rabu (6/3).
Pada kesempatan tersebut, Pj. Gubernur Adhy menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan memastikan kebutuhan logistik untuk korban banjir terpenuhi. Hal ini mencakup tempat pengungsian, makanan, dan minuman yang telah dijamin aman.
“Tugas kita adalah bagaimana memenuhi kebutuhan dasar logistiknya. Pertama adalah tempat pengungsian, yang kedua makanan insyaallah tidak ada masalah, kami siap dari BPBD kemudian semua peralatan tidur dan lainnya sudah kita siapkan,” ungkap Adhy setelah meninjau lokasi.
Pj. Gubernur Adhy menjelaskan bahwa penanganan logistik saat ini diatur dengan baik, mengingat jumlah pengungsi yang signifikan. Lokasi pengungsian tersebar untuk memastikan pelayanan yang lebih maksimal. Dapur umum yang ada mampu menyediakan logistik untuk sekitar 5.000 warga yang terdampak setiap harinya.
“Kita harus memberikan pelayanan yang lebih maksimal untuk warga terdampak,” tambahnya.
Adhy Karyono melanjutkan bahwa kondisi banjir saat ini mengalami penurunan dan berangsur surut. Beberapa skema penanganan pengungsi juga telah diterapkan, termasuk menjadikan balai desa sebagai dapur umum.
“Kondisi genangan saat ini mengalami penurunan dan berangsur surut. Balai Desa Kedunggempol dijadikan dapur umum serta penerimaan bantuan. Tidak ada pengungsi dan korban jiwa,” papar Adhy.
Selain penanganan tanggul dan logistik, Pj. Gubernur Adhy juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur untuk berjaga selama 24 jam dalam menangani tanggul jebol di Jalan Sadar Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, tindakan ini sangat penting mengingat dampak yang bisa semakin luas jika hujan kembali turun.
“Saya memerintahkan kepala dinas PU SDA secepatnya 24 jam, jangan berhenti, dengan lampu, karena ini berkejaran dengan waktu, kalau tidak diputus ini hanyut terus,” jelasnya.
Adhy Karyono juga menekankan pentingnya penyelamatan korban banjir, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Meskipun bersyukur tidak ada korban jiwa, banjir ini masih menyebabkan hampir 1.200 orang terdampak.
“Yang paling penting adalah kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil, yang diutamakan untuk ditempatkan di tempat permanen. Sementara yang tidak rentan bisa di tempat pengungsian biasa,” kata Adhy.
Selain mengevaluasi tanggul jebol dan dapur umum Dinsos Kabupaten Mojokerto, Pj. Gubernur Adhy juga memberikan bantuan berupa makanan siap saji, paket kebersihan, selimut, matras, tambahan gizi, karung plastik, air mineral, sembako, dan gedek untuk penanganan banjir di Kabupaten Mojokerto. Kota Mojokerto juga menerima bantuan yang sama, tanpa gedek.
Bupati Mojokerto, Ikhfina Fahmawati, menyampaikan bahwa banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Mojokerto pada Rabu dini hari. Banjir ini diakibatkan oleh kiriman air dari wilayah hulu sungai, yang menyebabkan tanggul jebol di Dusun Gempolmalang dan Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol.
“Jalan Dusun ketinggian genangan air kurang lebih 70-80 cm, dan sawah terdampak mencapai 81 hektar,” tambahnya.
Pj. Gubernur Adhy Karyono didampingi sejumlah pejabat dan kepala dinas terkait Pemprov Jawa Timur, melakukan kunjungan ke Kabupaten Kota Mojokerto untuk memberikan respons cepat dan memastikan korban banjir mendapatkan bantuan dan pelayanan yang optimal. (hdl)










