Jakarta (pilar.id) – Jumat (8/4/2024), Dr. H.M. Amir Uskara, M.Kes resmi dilantik sebagai Wakil Ketua MPR RI Pengganti Antar Waktu (PAW). Dalam pidatonya, Amir mengungkapkan pandangannya terhadap pembangunan nasional di Indonesia. Menurutnya, sebagai negara yang luas, besar, dan kompleks, Indonesia membutuhkan suatu patron yang mampu merencanakan pembangunan secara merata, terarah, adil, dan berkesinambungan ke depan.
Amir Uskara memandang wacana penyusunan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN), yang sebelumnya dikenal sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), sebagai langkah yang sangat baik. Menurutnya, PPHN harus diwujudkan secara riil sebagai patron pembangunan nasional yang berkesinambungan. Hal ini diperlukan agar perencanaan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemikiran, visi, dan misi seorang pemimpin.
“Pemimpin yang berganti seharusnya tidak mengubah patron pembangunan nasional. Ini penting agar terjaga prinsip kontinuitas dan berkesinambungan dalam pembangunan nasional kita. Jika tidak, hal tersebut dapat merusak dan merugikan keuangan negara karena tidak maksimal dalam pemanfaatannya,” ungkap Amir Uskara.
Amir juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan tugas-tugas Pimpinan MPR dan anggota MPR yang sebelumnya. Dia berjanji akan bekerja keras untuk menuntaskan tugas hingga akhir masa jabatan pada Oktober 2024 mendatang.
Dalam acara pelantikan, Arsul Sani, yang turut hadir, menyampaikan rasa bangganya terhadap tradisi baru pelantikan Wakil Ketua MPR. “Ini tradisi baru dari Pimpinan MPR yang patut diapresiasi, mirip dengan acara pelepasan dan penyambutan hakim yang purna tugas dan yang baru di Mahkamah Konstitusi,” kata Arsul Sani.
Sementara itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo memandu seremoni pelantikan Amir Uskara dan empat anggota MPR Pengganti Antar Waktu (PAW) lainnya. Mereka adalah Durrotun Nafisah, Ali Imron Bafadal, H. Syamsul Bahri R dari Fraksi Partai Gerindra, dan Hj. Jumriah dari Fraksi PDI Perjuangan. Selain itu, Arsul Sani juga menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan MPR yang telah bekerja sama dan mendukung satu sama lain selama beberapa tahun, terutama di masa pandemi Covid-19. (ret/hdl)










