Jombang (pilar.id) – Tim Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama dengan tim Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengusulkan relokasi sebagai solusi menghadapi potensi bencana tanah gerak di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.
Keputusan ini diambil setelah tim melakukan peninjauan terhadap kondisi area yang sebelumnya telah dievaluasi pada awal Februari tahun lalu.
Setelah satu tahun berlalu, keretakan tanah di Dukuh Sumberlamong, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam semakin mengkhawatirkan. Terutama setelah hujan deras yang melanda wilayah tersebut pada Rabu malam (6/3/2024) lalu.
Diketahui, saat itu, sebanyak 34 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah saudara mereka karena 12 unit rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah.
Tim yang turut serta dalam peninjauan melibatkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Jawa Timur, Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Jawa Timur, Kepala Dinas PU Cipta Karya Jawa Timur, dan Kepala BPBD Kabupaten Jombang.
Didampingi oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno, Analis Kebencanaan Bidang Pencegahan Dadang Iqwandy, serta perangkat desa setempat.
Berdasarkan hasil assessment di lokasi, gerakan tanah telah menyebabkan tanah amblas hingga mencapai 50-70 cm, dengan kerusakan pada jaringan irigasi dan listrik. Wilayah RT 03 RW 4 Dusun Jumok, Desa Sambirejo, terisolasi, kecuali untuk akses kendaraan roda dua.
“Setelah berdiskusi dengan perwakilan warga dan perangkat desa, rekomendasi mendesak yang kami usulkan adalah relokasi,” ungkap Kepala BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (9/3/2024).
Dalam upaya mengatasi dampak bencana ini, tim BPBD Jawa Timur berkomitmen untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang dan perangkat Desa Sambirejo guna mencari lahan alternatif sebagai solusi relokasi bagi warga yang terdampak. (riq/hdl)










