Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota Surabaya dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, terus berkomitmen meningkatkan kualitas keluarga melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Persiapan untuk SOTH angkatan ke-2 sedang giat dilakukan, dengan pembekalan bagi pengelola SOTH di 1000 RW Kota Surabaya tahun 2024.
Selain memberikan pembekalan, Rini Indriyani juga meluncurkan tagline “Bang Boyo Hebat,” yang merujuk pada “Balai Orang Tua Suroboyo Hebat.” Hal ini bertujuan agar Balai RW di Kota Surabaya menjadi tempat bertemu orang tua yang ingin belajar dan berbagi ilmu parenting, mengupayakan keluarga harmonis dan bebas stunting.
Rini Indriyani menyatakan bahwa Pemkot Surabaya, bersama PPK Surabaya, sedang mempersiapkan angkatan ke-2 SOTH dengan mengumpulkan para pengelola. Materi yang diberikan mencakup penyusunan organisasi kepengurusan SOTH, konsep pengasuhan anak, hingga penjadwalan pemateri.
“Pelaksanaannya setelah lebaran, nanti sesuai kesepakatan masing-masing wilayah Balai RW karena biasanya dilakukan pada sore atau pagi hari. Alhamdulillah, dampak positif dari SOTH angkatan ke-1 akan kita teruskan, dan kami berusaha mengulirkan di 1000 RW,” ungkap Rini Indriyani.
SOTH melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Kota Surabaya, seperti Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Surabaya, Universitas Nahdlatul Ulama, dan Universitas Teknologi Surabaya. Kolaborasi juga terjalin dengan berbagai PD di lingkup Pemkot Surabaya, seperti DP3A-PPKB, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Rini Indriyani menjelaskan bahwa SOTH angkatan ke-1 telah dilaksanakan di 158 titik, mencakup 153 kelurahan dan 5 percontohan. Materi-materi tersebut, termasuk penyuluhan mengenai pemberian makanan bergizi bagi anak usia 0-6 tahun, dan strategi pola asuh untuk mencegah stunting.
Dalam SOTH, terdapat 14 materi, 13 di antaranya merupakan materi utama, dan 1 materi tambahan tentang “Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.” Materi tambahan ini disampaikan oleh para Bunda Paud.
Rini Indriyani menekankan bahwa pengelola SOTH harus terus mengajak orang tua untuk mengikuti setiap materi. Para pengelola diingatkan bahwa satu materi terlewat bisa menyebabkan tidak lulusnya SOTH. Selain itu, mereka diimbau untuk memiliki inovasi dalam menjaga anak-anak balita selama orang tua bersekolah.
“Dengan adanya tagline ‘Bang Boyo Hebat,’ diharapkan SOTH angkatan ke-2 dapat mencakup seluruh keluarga untuk mencegah kasus stunting dan mewujudkan keluarga harmonis,” pungkasnya. (rio/hdl)










