Jakarta (pilar.id) – Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Federal Jerman secara resmi menandatangani Pernyataan Kehendak Bersama tentang operasional Goethe-Institut, institut budaya resmi Jerman di Indonesia.
Tandatangan tersebut menandai komitmen kedua negara untuk meningkatkan hubungan bilateral dalam bidang kerja sama kebudayaan serta memperkuat interaksi antara masyarakat keduanya.
Pernyataan Kehendak Bersama ini ditandatangani oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Siti Nugraha Mauludiah, dan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ina Lepel.
Penandatanganan ini disaksikan oleh Direktur Regional Goethe-Institut untuk Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Dr. Stefan Dreyer, serta sejumlah perwakilan dari berbagai kementerian Indonesia di Goethe-Institut Jakarta.
Tujuan dari Pernyataan Kehendak Bersama ini adalah untuk merinci kerja sama spesifik antara kedua negara, sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Sama Kebudayaan yang telah ditandatangani pada 28 September 1988.
Perjanjian tersebut menetapkan status Goethe-Institut di Indonesia sebagai lembaga pelaksana kerja sama kebudayaan bilateral antara kedua negara.
Siti Nugraha Mauludiah menyatakan bahwa tandatangan Pernyataan Kehendak Bersama ini adalah langkah penting dalam hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Jerman. Ini juga menggarisbawahi komitmen bersama untuk meningkatkan pertukaran dan kerja sama kebudayaan, sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama Kebudayaan tahun 1988.
“Pertukaran kebudayaan merupakan upaya saling memahami dan mengapresiasi antara kedua negara,” tambahnya.
Ina Lepel menyoroti kontribusi aktif Goethe-Institut dalam mendukung hubungan kebudayaan Jerman-Indonesia selama lebih dari 60 tahun. Dengan keahliannya dan jaringan lembaga mitra yang kuat di seluruh Indonesia, Goethe-Institut telah menjadi landasan bagi berbagai inisiatif bersama yang berhasil.
“Saya senang bahwa hari ini kita memulai babak baru dalam kerja sama kita dengan mengokohkan posisi Goethe-Institut di Indonesia untuk masa depan yang lebih kokoh,” ujarnya.
Dr. Stefan Dreyer menambahkan bahwa perjanjian ini akan memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan, bahasa, dan pendidikan antara kedua negara, terutama terkait layanan dalam konteks migrasi tenaga kerja terampil ke Jerman.
Sebagai lembaga kebudayaan Jerman yang hadir di 98 negara dengan 158 lembaga, Goethe-Institut berperan dalam mempromosikan bahasa Jerman di luar negeri, menjalin kerja sama budaya internasional, dan memberikan informasi tentang Jerman. Di Indonesia, Goethe-Institut memiliki pusat di Jakarta dan Bandung. (ret/hdl)










