Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung
  • Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an
  • Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi
  • Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI
  • Gubernur Khofifah Lesehan Bareng Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Grahadi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Teknologi»Clean Software Alliance Ungkap Praktik Tidak Etis oleh AppEsteem

Clean Software Alliance Ungkap Praktik Tidak Etis oleh AppEsteem

Teknologi Hendro D. Laksono26 Juli 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi (foto: RDNE Stock project, pexels)
Ilustrasi (foto: RDNE Stock project, pexels)

Jakarta (pilar.id) – Clean Software Alliance (CSA) mengungkap praktik tidak etis dan konflik kepentingan serius di dalam AppEsteem Corporation, pelaku utama di industri sertifikasi perangkat lunak. Temuan ini dapat mengguncang kredibilitas seluruh pasar anti-malware.

Setelah investigasi mendalam selama 18 bulan, CSA menemukan sejumlah masalah mendasar dalam AppEsteem, termasuk konflik kepentingan, pelanggaran etika, dan kurangnya transparansi. Temuan ini berpotensi merusak kepercayaan di industri perangkat lunak anti-malware.

Temuan Utama CSA

  • Konflik Kepentingan
    Dennis Batchelder, Co-Founder dan Presiden AppEsteem, juga menjabat sebagai Presiden/CEO Anti-Malware Testing Standards Organization (AMTSO). Peran ganda ini menciptakan konflik kepentingan yang jelas, yang bisa memaksa perusahaan anti-malware untuk mematuhi daftar AppEsteem, sehingga merusak integritas proses pengujian perangkat lunak.
  • Kurangnya Input Industri
    Standar sertifikasi AppEsteem ditetapkan tanpa konsultasi yang memadai dengan industri perangkat lunak. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar tentang keadilan dan transparansi. Keterlibatan industri yang diklaim oleh AppEsteem melalui “Clean Apps” (yang tidak terkait dengan Clean Software Alliance) menunjukkan keterkaitan keuangan dan korporat yang meragukan legitimasi standar mereka.
  • Persyaratan Non-Konsensus
    AppEsteem memberlakukan persyaratan sertifikasi yang menyimpang dari norma industri yang sudah mapan dan kurang mendapat konsensus luas di kalangan perusahaan anti-malware.
  • Aplikasi Kriteria yang Tidak Konsisten
    Aplikasi kriteria sertifikasi oleh AppEsteem yang tidak konsisten telah menyebabkan aplikasi yang bersertifikat melanggar standar mereka sendiri. Laporan tentang kenaikan biaya re-sertifikasi setelah penghapusan menambah kekhawatiran tentang ketidakberpihakan.
Baca Juga  Indonesia Rentan Jadi Target Serangan Siber, Pakar: Kesadaran Digital Masih Rendah

Laporan CSA menyoroti proses sertifikasi AppEsteem, khususnya perlakuan terhadap aplikasi perangkat lunak yang membayar dibandingkan dengan aplikasi lainnya. Program ‘deceptor’ yang diperkenalkan pada 2017 dan peran AppEsteem dalam AMTSO diperiksa dengan kritis. Laporan ini juga mempertanyakan kurangnya input industri dan munculnya persyaratan berbasis non-konsensus.

Sejak didirikan pada 2016, AppEsteem telah menjadi pemain penting dalam domain sertifikasi dan klasifikasi perangkat lunak, bekerja dengan ratusan perusahaan di seluruh dunia. Standar mereka berpotensi mempengaruhi banyak produk perangkat lunak dan, dengan demikian, ribuan pengguna di seluruh dunia. Pengaruh luas AppEsteem menjadikan setiap dugaan praktik tidak etis sebagai isu signifikan, baik bagi pihak terkait maupun ekosistem perangkat lunak secara keseluruhan.

“Integritas standar pengujian anti-malware tidak bisa dinegosiasikan; itu adalah dasar dari kepercayaan dan kredibilitas industri kami,” kata Eddy Willems, COO CSA Software. “Setiap kompromi di sini mengancam proses dan fondasi komitmen industri kami terhadap standar etika.”

Laporan ini mencatat janji awal AppEsteem untuk membersihkan industri monetisasi perangkat lunak melalui layanan sertifikasi. Namun, temuan CSA menunjukkan gambaran yang sangat berbeda.

“Secara ironis, Clean Apps didanai oleh biaya yang dibayar kepada AppEsteem, menunjukkan upaya AppEsteem dalam menciptakan ilusi legitimasi,” kata Itay Milrad, mantan CTO IronSource dan anggota CSA.

“Melindungi pengguna dari perangkat lunak berbahaya adalah peran penting yang tidak bisa dianggap enteng. Standar yang konsisten dan transparan diperlukan untuk menjaga integritas sistem,” kata Michael Levit, Pendiri dan CEO Tempest serta anggota CSA. “Setiap indikasi sistem pay-to-play atau bayar untuk tidak menjadi ‘deceptor’, terlepas dari integritas produk mereka, akan merusak sistem dan kepercayaan pengguna yang dilindungi secara teoritis. Ada kebutuhan mendesak untuk lebih banyak transparansi dan keterbukaan dalam proses evaluasi untuk memastikan pengguna menerima opsi perangkat lunak yang paling andal dan aman.”

Baca Juga  Perlombaan Cyber Strike dan Forum Kesadaran Siber Resmi Dibuka oleh Irjen TNI

CSA mendesak tindakan segera untuk:

  • Mengatasi konflik kepentingan yang timbul dari peran ganda Dennis Batchelder.
  • Merevisi kriteria sertifikasi.
  • Membedakan tingkat pelanggaran secara jelas.
  • Mendorong komunikasi terbuka dengan pemangku kepentingan.
  • Menerapkan pengawasan pihak ketiga untuk memulihkan integritas proses sertifikasi perangkat lunak.

Temuan CSA memerlukan tindakan cepat untuk melindungi kredibilitas industri anti-malware dan melindungi pengguna di seluruh dunia dari standar perangkat lunak yang terkompromi.

Clean Software Alliance (CSA) adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada 2015. Misinya adalah untuk mendorong lingkungan pengaturan mandiri dalam industri perangkat lunak melalui penetapan dan penegakan praktik terbaik dalam pengembangan, distribusi, dan monetisasi perangkat lunak. Anggota CSA, yang meliputi vendor anti-malware, distributor perangkat lunak, dan platform besar, bekerja sama untuk mengembangkan pedoman, kebijakan, dan teknologi yang menyeimbangkan kebutuhan industri dengan perlindungan konsumen. (hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
anti-malware AppEsteem Corporation Clean Software Alliance Cyber Security

Berita Lainnya

Ilustrasi Google. (Foto: unsplahs)

Google Umumkan Serangan Zero-Day di Android, Samsung Didesak Percepat Pembaruan Keamanan

8 Desember 2025
cyber security

Saat Cloudflare, Azure, hingga AWS Terganggu: Ancaman Baru bagi Infrastruktur Internet Global

19 November 2025
Logo Microsoft di gedung perkantoran (foto: Salvatore De Lellis, pexels)

Azure Diserang DDoS 15,7 Tbps: Botnet Aisuru Gunakan 500 Ribu Alamat IP dalam Serangan Raksasa

18 November 2025
Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur (kanan) saat menjelaskan solusi yang dapat diberikan VIDA untuk mencegah penipuan fraud generated AI

VIDA Perkuat Keamanan Digital Indonesia dengan Autentikasi Wajah Berbasis AI di FEKDI–IFSE 2025

7 November 2025
Logo Microsoft di gedung perkantoran (foto: Salvatore De Lellis, pexels)

Tiongkok Bantah Terlibat Serangan Siber terhadap Server SharePoint Microsoft

23 Juli 2025
Agentic AI membawa era baru keamanan siber dengan kemampuan deteksi ancaman real-time dan perlindungan data melalui inovasi dari NVIDIA dan mitranya.

Agentic AI Membawa Lompatan Besar dalam Dunia Keamanan Siber

29 April 2025
Dr Maryamah S Kom, dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin UNAIR

Indonesia Rentan Jadi Target Serangan Siber, Pakar: Kesadaran Digital Masih Rendah

20 Maret 2025
Dr Maryamah S Kom, dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin UNAIR

Ancaman Fake BTS dan Keamanan Digital, Begini Kata Pakar UNAIR

19 Maret 2025
Ilustrasi cyber security (foto: Dan Nelson, unsplash)

Serangan Pencurian Kredensial di Indonesia Meningkat Tajam, Seberapa Aman Data Kita?

12 Maret 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia), Maria Susana

Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung

20 Juli 2026
Primaya Hospital gelar seminar edukasi perimenopause. Pahami perubahan hormon, gejala fisik, hingga perawatan medis bagi perempuan usia 40 tahun ke atas.

Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an

20 Juli 2026
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Baby Happy gelar Gerakan Anti Ruam di 10 kota untuk lindungi skin barrier bayi demi tumbuh kembang optimal.

Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi

20 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.