Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Teknologi»Saat Cloudflare, Azure, hingga AWS Terganggu: Ancaman Baru bagi Infrastruktur Internet Global

Saat Cloudflare, Azure, hingga AWS Terganggu: Ancaman Baru bagi Infrastruktur Internet Global

Teknologi Moh. Usman19 November 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
cyber security
Ilustrasi cyber security (foto: Markus Spiske, unsplash)

Jakarta (pilar.id) – Gangguan besar pada Cloudflare kembali menegaskan rapuhnya ketergantungan internet global terhadap layanan cloud berskala besar. Ketika platform tersebut mengalami kelumpuhan, jutaan situs web di seluruh dunia tidak dapat diakses.

Dampaknya menyebar luas karena Cloudflare melindungi ratusan ribu perusahaan dan mengelola sekitar seperlima dari total lalu lintas internet dunia. Dalam insiden terburuk, sejumlah layanan populer seperti X, ChatGPT, dan Canva ikut terdampak.

Lebih dari 24 juta situs web aktif tercatat menggunakan layanan Cloudflare. Kondisi itu menyebabkan gangguan pada sistem inti perusahaan tersebut memunculkan efek domino, mulai dari terganggunya akses publik hingga kerugian finansial pada banyak bisnis digital yang mengandalkannya sebagai lapisan keamanan dan performa.

Laporan keamanan Cloudflare untuk kuartal pertama 2025 menunjukkan peningkatan ekstrem pada intensitas serangan distributed denial-of-service (DDoS). Jumlah serangan dilaporkan naik 198 persen dibanding kuartal sebelumnya dan naik 358 persen secara tahunan.

Sepanjang 2024, lebih dari 21,3 juta serangan ditujukan kepada pelanggan Cloudflare, sementara 6,6 juta serangan tambahan menyasar infrastruktur internal perusahaan dalam kampanye multi-vektor selama 18 hari. Lonjakan tersebut memperlihatkan agresivitas botnet berbasis perangkat IoT yang semakin meningkat.

Hanya sehari sebelum gangguan besar di Cloudflare, platform komputasi awan Azure milik Microsoft juga mengalami serangan DDoS berskala ekstrem. Serangan tersebut mencapai kekuatan 15,72 terabits per detik (Tbps) dan berasal dari botnet Aisuru, yang memanfaatkan lebih dari 500.000 alamat IP untuk menargetkan sebuah IP publik di Australia. Data dari Azure Security menyebutkan bahwa serangan ini dilakukan melalui UDP flood yang mencapai 3,64 miliar paket per detik.

Baca Juga  Ancaman Fake BTS dan Keamanan Digital, Begini Kata Pakar UNAIR

Botnet Aisuru dikenal sebagai varian Turbo Mirai yang mengandalkan perangkat rumah terkompromi seperti kamera, router, DVR/NVR, dan chip Realtek. Botnet ini sebelumnya dikaitkan dengan serangan 22,2 Tbps terhadap Cloudflare pada September 2025, menghasilkan 10,6 miliar paket per detik dalam durasi sekitar 40 detik. Serangan tersebut digambarkan memiliki daya yang setara dengan lalu lintas streaming satu juta video 4K secara bersamaan.

Riset yang dilakukan XLab dari Qi’anxin Tiongkok mengungkap bahwa Aisuru juga bertanggung jawab atas serangan 11,5 Tbps sepekan sebelumnya, yang saat itu memanfaatkan sekitar 300.000 perangkat IoT. Botnet ini berkembang pesat pada April 2025 setelah operatornya berhasil menyusupi server pembaruan firmware router TotoLink, menambah sekitar 100.000 perangkat baru ke dalam jaringan terinfeksinya.

Sebuah investigasi menunjukkan bahwa operator Aisuru bahkan memanipulasi sistem DNS publik Cloudflare (1.1.1.1) dengan mengirimkan permintaan berbahaya secara masif. Tindakan tersebut menyebabkan domain yang terkait botnet menduduki posisi atas dalam daftar “Top Domains”, sehingga menggeser situs-situs sah seperti Amazon, Google, dan Microsoft. Cloudflare kemudian menghapus domain-domain tersebut dan menerapkan mekanisme penyaringan baru agar manipulasi serupa tidak kembali terjadi.

Gangguan pada Cloudflare dan Azure terjadi tak lama setelah AWS mengalami pemadaman besar pada Oktober 2025. Insiden tersebut dipicu oleh dua sistem otomatis yang memperbarui data yang sama secara bersamaan, yang berujung pada error di entri DNS. Peristiwa itu berdampak lebih luas dibanding gangguan pada 2017, ketika kesalahan ketik perintah saat debugging membuat layanan storage S3 di wilayah AS-East-1 tidak dapat digunakan.

Baca Juga  Privasi dan Keamanan Online Jadi Prioritas Utama, Apa Pentingnya Sih?

Amazon telah mengalami sejumlah gangguan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada layanan AWS yang menopang ribuan situs dan aplikasi. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa sebagian besar gangguan bukan berasal dari serangan siber, melainkan kesalahan teknis internal.

Meski demikian, rumor mengenai kemungkinan serangan keamanan tetap beredar di kalangan pegiat IT. Selain itu, AWS juga pernah terdampak masalah infrastruktur akibat cuaca buruk yang mengganggu konektivitas pusat data di Sydney pada 2016.

Google tidak luput dari insiden serupa. Gangguan besar pada Desember 2020 yang memengaruhi Gmail, YouTube, dan layanan lainnya disebabkan oleh masalah kuota penyimpanan internal yang tidak diperbarui secara benar.

Tampilan browser Google Chrome (foto: Caio, pexels)
Tampilan browser Google Chrome (foto: Caio, pexels)

Google Cloud juga pernah mengalami pemadaman pada Juni 2019 dan Juni 2025 akibat kesalahan konfigurasi dan bug perangkat lunak yang memicu kemacetan lalu lintas internet. Seluruh insiden itu dikonfirmasi sebagai kegagalan teknis, bukan serangan siber eksternal.

Meskipun perusahaan-perusahaan besar ini menghadapi ancaman keamanan secara rutin dan terus menutup celah kerentanan, pemadaman berskala global pada umumnya dipicu oleh kesalahan operasional internal. Di sisi lain, meningkatnya skala serangan DDoS dan hadirnya botnet generasi baru seperti Aisuru menunjukkan bahwa infrastruktur internet dunia berada di bawah tekanan yang semakin besar, terutama pada sistem cloud yang menjadi fondasi utama layanan digital modern. (usm)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Cyber Security

Berita Lainnya

Ilustrasi Google. (Foto: unsplahs)

Google Umumkan Serangan Zero-Day di Android, Samsung Didesak Percepat Pembaruan Keamanan

8 Desember 2025
Logo Microsoft di gedung perkantoran (foto: Salvatore De Lellis, pexels)

Azure Diserang DDoS 15,7 Tbps: Botnet Aisuru Gunakan 500 Ribu Alamat IP dalam Serangan Raksasa

18 November 2025
Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur (kanan) saat menjelaskan solusi yang dapat diberikan VIDA untuk mencegah penipuan fraud generated AI

VIDA Perkuat Keamanan Digital Indonesia dengan Autentikasi Wajah Berbasis AI di FEKDI–IFSE 2025

7 November 2025
Logo Microsoft di gedung perkantoran (foto: Salvatore De Lellis, pexels)

Tiongkok Bantah Terlibat Serangan Siber terhadap Server SharePoint Microsoft

23 Juli 2025
Agentic AI membawa era baru keamanan siber dengan kemampuan deteksi ancaman real-time dan perlindungan data melalui inovasi dari NVIDIA dan mitranya.

Agentic AI Membawa Lompatan Besar dalam Dunia Keamanan Siber

29 April 2025
Dr Maryamah S Kom, dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin UNAIR

Indonesia Rentan Jadi Target Serangan Siber, Pakar: Kesadaran Digital Masih Rendah

20 Maret 2025
Dr Maryamah S Kom, dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin UNAIR

Ancaman Fake BTS dan Keamanan Digital, Begini Kata Pakar UNAIR

19 Maret 2025
Ilustrasi cyber security (foto: Dan Nelson, unsplash)

Serangan Pencurian Kredensial di Indonesia Meningkat Tajam, Seberapa Aman Data Kita?

12 Maret 2025
Wan Iqbal, CMO Tokocrypto

Insiden Peretasan Industri Kripto, Momen Soroti Pentingnya Keamanan dan Perlindungan

27 Februari 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.