Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
  • Legenda Chelsea Kritik Cole Palmer, Marcel Desailly Soroti Mentalitas dan Peran Taktis Sang Bintang
  • Aurelien Tchouameni Akhirnya Buka Suara Soal Insiden dengan Fede Valverde di Real Madrid
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Esai»Mengukuhkan Kembali Fondasi Karakter: Urgensi Pendidikan Berbasis Budi Pekerti di Era Modern

Mengukuhkan Kembali Fondasi Karakter: Urgensi Pendidikan Berbasis Budi Pekerti di Era Modern

Esai M. Zurqoni2 Mei 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Mengukuhkan Kembali Fondasi Karakter

Di tengah gelombang modernisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, lanskap pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Fokus yang cenderung berlebihan pada pencapaian akademis seringkali mengaburkan esensi mendasar dari pendidikan itu sendiri: pembentukan karakter yang kokoh dan berbudi luhur.

Padahal, kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual warganya, tetapi juga dari kualitas moral dan etika yang mereka junjung tinggi. Oleh karena itu, urgensi untuk kembali pada konsep pendidikan berbasis budi pekerti menjadi semakin nyata dan mendesak.

Pendidikan berbasis budi pekerti, dalam esensinya, melampaui sekadar transfer pengetahuan kognitif. Ia adalah sebuah proses holistik yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan akhlak mulia kepada peserta didik.

Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, empati, toleransi, gotong royong, dan rasa hormat menjadi fondasi utama dalam proses pembelajaran.

Konsep ini mengintegrasikan dimensi spiritual, emosional, sosial, dan intelektual, dengan harapan menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki hati nurani yang bersih, bertanggung jawab, dan mampu berinteraksi secara positif dengan lingkungannya. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, empati, toleransi, gotong royong, dan rasa hormat menjadi fondasi utama dalam proses pembelajaran.

Mengapa penekanan kembali pada pendidikan budi pekerti menjadi begitu krusial di era modern ini? Pertama, kita menyaksikan gejala krisis moral dan etika yang semakin mengkhawatirkan. Kasus korupsi, intoleransi, perundungan (bullying), dan berbagai bentuk perilaku menyimpang lainnya menjadi indikasi bahwa fondasi karakter sebagian generasi muda kita perlu diperkuat.

Pendidikan yang hanya berorientasi pada nilai ujian dan persaingan akademis semata, tanpa diimbangi dengan penanaman nilai-nilai luhur, berpotensi menghasilkan individu yang cerdas namun tidak memiliki kompas moral yang kuat.

Kedua, di era digital yang serba cepat dan penuh disrupsi ini, peserta didik terpapar pada berbagai informasi dan pengaruh yang tidak selalu positif. Tanpa filter moral yang kuat, mereka rentan terhadap ideologi ekstrem, berita bohong (hoax), dan perilaku konsumtif yang berlebihan.

Baca Juga  Guru Banting Siswa, Wali Kota Surabaya Minta Inspektorat Beri Sanksi Terberat

Pendidikan budi pekerti membekali mereka dengan kemampuan untuk berpikir kritis, membedakan antara yang benar dan yang salah, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam menghadapi kompleksitas dunia modern.

Ketiga, pendidikan budi pekerti memiliki peran yang sangat signifikan dalam membangun kohesi sosial dan harmoni dalam masyarakat yang majemuk. Dengan menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan gotong royong, pendidikan ini membantu peserta didik untuk menghargai perbedaan, membangun persatuan, dan berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Dalam konteks Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya, etnis, dan agama, pendidikan budi pekerti menjadi perekat yang esensial untuk menjaga keutuhan dan kedamaian.

Lantas, bagaimana implementasi pendidikan berbasis budi pekerti dapat diwujudkan secara efektif? Langkah pertama adalah mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam kurikulum secara komprehensif dan berkelanjutan. Ini tidak berarti menambah mata pelajaran baru, tetapi lebih kepada menanamkan nilai-nilai luhur dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan.

peran guru sebagai teladan sangatlah penting. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam perilaku sehari-hari.

Misalnya, dalam pelajaran sejarah, siswa tidak hanya belajar tentang fakta dan tokoh, tetapi juga tentang nilai-nilai kepahlawanan, pengorbanan, dan semangat juang. Dalam pelajaran bahasa, siswa dapat menganalisis karya sastra yang mengandung pesan-pesan moral dan etika.

Selain itu, peran guru sebagai teladan sangatlah penting. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam perilaku sehari-hari. Keteladanan guru dalam bersikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan penuh kasih sayang akan memberikan dampak yang besar bagi pembentukan karakter siswa.

Baca Juga  Semangat Berbudaya dalam Peringatan Hardiknas 2024 di Balai Kota Surabaya

Lingkungan sekolah juga harus diciptakan sebagai ekosistem yang kondusif bagi pengembangan karakter. Budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai positif, seperti saling menghormati, kerjasama, dan kepedulian, akan memperkuat internalisasi nilai-nilai tersebut dalam diri siswa.

Keterlibatan orang tua dan masyarakat juga merupakan faktor kunci keberhasilan pendidikan budi pekerti. Pendidikan karakter tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di rumah dan di lingkungan sekitar. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik dan menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini. Masyarakat juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter positif pada generasi muda.

Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik dan menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini.

Dalam jangka panjang, investasi dalam pendidikan berbasis budi pekerti akan memberikan dampak yang sangat besar bagi kemajuan bangsa. Generasi yang tumbuh dengan fondasi karakter yang kuat akan menjadi individu yang berintegritas, bertanggung jawab, inovatif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Mereka akan mampu menghadapi tantangan global dengan lebih baik, berkontribusi secara positif bagi pembangunan bangsa, dan menciptakan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan beradab.

Sebagai penutup, kembali pada konsep pendidikan berbasis budi pekerti bukanlah sebuah langkah mundur, melainkan sebuah langkah strategis untuk membangun masa depan bangsa yang lebih gemilang. Di tengah arus modernisasi yang deras, penanaman nilai-nilai moral dan etika menjadi kompas yang akan membimbing generasi muda kita menuju arah yang benar. Mari kita bersama-sama mengukuhkan kembali fondasi karakter sebagai investasi terbaik untuk masa depan Indonesia.


Mohammad Zurqoni adalah pegiat budaya dan pemerhati media sosial, alumni Stikosa AWS

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Etika Hari Pendidikan Nasional pendidikan karakter

Berita Lainnya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

Guru Banting Siswa, Wali Kota Surabaya Minta Inspektorat Beri Sanksi Terberat

3 Mei 2025
Prof Dra Myrtati Dyah Artaria MA PhD

Dosen UNAIR: Banyak Pelaku Kekerasan Seksual Justru Figur Panutan

3 Mei 2025
Bank Mandiri peringati Hari Pendidikan Nasional dengan dorong pendidikan inklusif, beasiswa, dan literasi keuangan bagi pelajar dan komunitas difabel.

Bank Mandiri Rayakan Hari Pendidikan Nasional dengan Komitmen Bangun Pendidikan Inklusif

2 Mei 2025

Semangat Berbudaya dalam Peringatan Hardiknas 2024 di Balai Kota Surabaya

3 Mei 2024
Data Kemendikbudristek, pada tahun 2023, jumlah sekolah adat yang telah dibina mencapai 118 sekolah dan tersebar dari Sabang sampai Merauke (foto: istimewa)

Saat Kegembiraan Sekolah Adat Warnai Hari Pendidikan Nasional

5 Mei 2023
Kehadiran sekolah adat dalam Hardiknas 2023 jadi harapan kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi seluruh warga untuk mendapat pendidikan yang layak

Sekolah Adat di Indonesia jadi Ajang Pengembangan Kapasitas di Bidang Kebudayaan

5 Mei 2023
Cikita Amanda saat menjadi konduktor untuk memimpin orkestra musik peringatan Hardiknas 2023 (foto: istimewa)

Ketika Anak Muda Rayakan Hari Pendidikan Nasional dengan Cara Beda

3 Mei 2023
Plh. Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bersama para siswa dan pengajar usai Upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 Tingkat Provinsi Jabar di Lapangan Gasibu, Kota Bandung

Hari Pendidikan Nasional, Plh. Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ingatkan Tiga Slogan Orang Tua

2 Mei 2023
Gubernur Khofifah menyematkan Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada guru di lingkungan Pemprov Jatim setelah upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional, Gubernur Khofifah Berikan Satyalancana Karya Satya pada 206 Guru

2 Mei 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Polres Gresik mengembalikan tiga motor korban curanmor dan begal tanpa biaya setelah berhasil mengungkap komplotan pelaku kejahatan jalanan.

Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun

1 Juni 2026
Cole Palmer (sumber foto: facebook @ChelseaFC)

Legenda Chelsea Kritik Cole Palmer, Marcel Desailly Soroti Mentalitas dan Peran Taktis Sang Bintang

1 Juni 2026
Real Madrid

Aurelien Tchouameni Akhirnya Buka Suara Soal Insiden dengan Fede Valverde di Real Madrid

1 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.