
SM bersama dua WNI lainnya, J dan S, nekat menempuh jalur tak resmi untuk menjalankan ibadah haji tanpa dokumen sah. Ketiganya menggunakan visa ziarah multiple dan menumpang taksi gelap yang justru menurunkan mereka di tengah gurun karena takut tertangkap patroli keamanan.
“Sopir taksi yang mereka tumpangi meninggalkan mereka di tengah gurun. Ketiganya ditemukan oleh aparat keamanan Arab Saudi menggunakan bantuan drone. Sayangnya, SM sudah dalam keadaan meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan dalam kondisi dehidrasi berat,” ujar Konjen RI Jeddah, Yusron B. Ambary, pada Sabtu (31/5/2025).
Sebelum kejadian, almarhum SM sempat tertangkap razia aparat Saudi bersama 10 WNI lainnya dan dideportasi ke Jeddah. Namun, ia kembali mencoba masuk ke Makkah melalui jalur gurun pasir, yang berbahaya karena suhu ekstrem dan minimnya akses bantuan.
Saat ini, jenazah SM masih berada di rumah sakit di Makkah untuk proses visum. KJRI Jeddah telah menghubungi keluarga almarhum di Madura dan tengah menyiapkan proses pemakaman.
Konjen Yusron mengimbau seluruh WNI untuk tidak tergiur ajakan berhaji secara non-prosedural. “Haji harus dijalankan secara sah dan sesuai aturan. Jangan sampai hanya karena memaksakan diri, nyawa melayang. Uang hilang, haji pun gagal,” tegasnya.
KJRI Jeddah terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan pemerintah Arab Saudi dalam pelaksanaan ibadah haji. Penegakan hukum dan sistem pengawasan yang ketat menjadikan tindakan haji ilegal sebagai pelanggaran serius yang berisiko tinggi. (hdl)





