Bandung (pilar.id) – Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah atau yang lebih dikenal dengan nama Acil Bimbo, meninggal dunia pada usia 82 tahun. Ia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin (1/9/2025) sekitar pukul 22.15 WIB.
Kabar kepergian Acil disampaikan langsung oleh sang istri, Ernawati. Saat ini, jenazah masih berada di rumah sakit sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Biologi, Cigadung, Kota Bandung. Rencananya, pemakaman akan dilakukan di daerah Cipageran, Cimahi.
Tinggalkan Istri, Anak, dan Cucu
Acil Bimbo meninggalkan seorang istri, Ernawati, empat orang anak, serta sejumlah cucu. Di antara cucunya terdapat nama publik figur Hasyakyla Utami dan Adhisty Zara, yang dikenal sebagai mantan anggota grup idola JKT48.
Sebagai salah satu personel Bimbo, Acil berkarier di dunia musik bersama kakaknya Sam Bimbo dan Jaka Bimbo sejak 1966. Grup ini dikenal dengan karya-karya lintas genre, mulai dari folk, pop, pop rohani, melayu, hingga keroncong.
Bimbo melahirkan sejumlah lagu legendaris, di antaranya Sajadah Panjang (1984) dengan lirik karya Taufiq Ismail, yang kemudian digarap ulang oleh band Gigi (2006) dan NOAH (2016). Lagu-lagu Bimbo dikenal tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga sarat makna, mulai dari kritik sosial hingga refleksi spiritual.
Riwayat Pendidikan dan Aktivitas Sosial
Acil Bimbo merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran tahun 1974 dan melanjutkan studi Notariat di universitas yang sama pada 1994. Selain bermusik, ia aktif di berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.
Ia mendirikan LSM Bandung Spirit pada tahun 2000, sekaligus menjadi pembina dan penasihat di sejumlah organisasi sosial dan budaya. Aktivitasnya tak hanya di dalam negeri, tetapi juga menjangkau kegiatan sosial di luar negeri.
Pria kelahiran 20 Agustus 1943 ini dikenal sebagai sosok yang konsisten berkarya sekaligus memiliki pemikiran kritis mengenai budaya Sunda dan perkembangan musik Indonesia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat luas yang mencintai karya-karya Bimbo.
Dengan berpulangnya Acil Bimbo, Indonesia kehilangan salah satu musisi legendaris yang karyanya akan terus hidup lintas generasi. (ret)










