Gaza (pilar.id) – Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) melaporkan telah melakukan serangan udara ke sekitar 100 target di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir. Serangan tersebut, menurut IDF pada Sabtu (20/9/2025), menyasar berbagai lokasi strategis milik kelompok Hamas.
Dalam pernyataan resminya, IDF menyebut target serangan meliputi infrastruktur bawah tanah, fasilitas penyimpanan senjata, serta sel-sel militan.
Selain serangan udara, pasukan darat Israel juga memperluas operasi di Kota Gaza. Mereka mengklaim berhasil membongkar infrastruktur militer berupa terowongan, bangunan jebakan, lokasi operasional Hamas, hingga posisi penembak jitu.
IDF juga menyatakan pasukannya menemukan senjata serta menewaskan anggota sayap militer Hamas. Operasi serupa juga dilakukan di wilayah utara dan selatan Gaza, termasuk Khan Younis dan Rafah.
Korban Palestina Terus Bertambah
Sementara itu, kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan sedikitnya 34 warga Palestina tewas dan 200 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir akibat gempuran Israel.
Otoritas kesehatan setempat mencatat sejak Oktober 2023, jumlah korban jiwa akibat ofensif Israel di Gaza telah mencapai 65.208 orang, sementara korban luka mencapai 166.271 orang.
Lonjakan jumlah korban ini menambah daftar panjang krisis kemanusiaan di Gaza. Berbagai pihak internasional terus mendesak penghentian kekerasan dan mendorong dilakukannya gencatan senjata demi melindungi warga sipil yang semakin terjebak dalam konflik. (ret/hdl)










