Lincoln (pilar.id) – Chelsea dikabarkan terjebak dalam situasi memalukan jelang laga putaran ketiga EFL Cup 2025 melawan Lincoln City. Klub asal London tersebut disebut-sebut tidak mengetahui adanya perubahan aturan penting yang sebenarnya membuat striker muda mereka, Marc Guiu, bisa diturunkan.
The Blues akan melawat ke Stadion Sincil Bank usai menelan dua kekalahan beruntun dari Bayern Munich dan Manchester United. Laga ini diprediksi menjadi kesempatan bagi pelatih Enzo Maresca untuk melakukan rotasi besar-besaran, mengingat padatnya jadwal Chelsea yang sempat tampil di ajang Piala Dunia Antarklub musim panas lalu.
Kisruh Aturan EFL Cup
Guiu sebelumnya sempat dipinjamkan sebentar ke Sunderland dan tampil di putaran kedua EFL Cup menghadapi Huddersfield Town. Berdasarkan aturan lama, hal itu otomatis membuat pemain bersangkutan tidak bisa lagi membela klub lain di kompetisi yang sama.
Namun, mulai musim ini, EFL resmi mengubah aturan. Berdasarkan Pasal 6.4, pemain yang sudah tampil untuk klub pertama di kompetisi, tetapi pindah sebelum bursa transfer musim panas ditutup, masih boleh tampil untuk klub barunya. Dengan demikian, Guiu sejatinya berstatus eligible untuk dimainkan oleh Chelsea.
Menurut laporan BBC Sport, Chelsea baru mengetahui aturan ini hanya beberapa jam sebelum laga melawan Lincoln. Akibat keterlambatan informasi, Guiu diperkirakan tidak akan masuk skuad, meski seharusnya bisa memperkuat lini serang.
Rotasi Skuad Chelsea
Absennya Guiu membuat Maresca kemungkinan besar memberikan kesempatan pada Tyrique George sebagai ujung tombak. Alternatif lain adalah Shim Mheuka, penyerang 17 tahun yang tampil impresif bersama tim U-21 Chelsea.
Sejak kembali dari Sunderland, Guiu memang belum mendapat menit bermain dari Maresca. Situasi ini membuat sang pelatih harus mencari solusi lain untuk mengatasi padatnya jadwal dan kebutuhan rotasi di lini depan.
Dengan kondisi tim yang sedang goyah, laga kontra Lincoln bisa menjadi momentum penting bagi Chelsea untuk bangkit sekaligus menguji kekuatan lapisan keduanya. Sementara itu, kontroversi aturan ini akan menjadi catatan tersendiri bagi manajemen klub agar lebih sigap dalam memahami regulasi terbaru kompetisi domestik. (wid/hdl)










