Jakarta (pilar.id) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mempercayakan kepemimpinan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) kepada Mardyana Listyowati SH MSE. Penunjukan ini menjadi tonggak penting perjalanan kariernya yang dibangun dengan integritas dan konsistensi sejak awal.
Perjalanan Mardyana tidak terlepas dari pengalaman masa kecilnya. Saat orang tuanya pindah ke Semarang, ia memilih tetap tinggal di Surabaya demi mengejar pendidikan. Ia diterima di SMP Negeri 1 Surabaya, sekolah favorit pada masanya. Hidup jauh dari orang tua mengajarkannya arti kemandirian sejak dini.
“Awalnya berat karena harus tinggal bersama budhe dan tiga sepupu laki-laki, tetapi pengalaman itu membentuk saya menjadi pribadi tangguh,” kenangnya.
Setelah menamatkan pendidikan menengah, Mardyana melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR). Meski sempat ragu dengan pilihannya, ia justru menemukan ruang untuk berkembang di dunia hukum serta menjalin persahabatan yang bertahan hingga puluhan tahun.
Karier yang Tidak Mudah
Usai kuliah, perjalanan kariernya tidak langsung mulus. Puluhan lamaran kerja ditolak, termasuk impiannya bekerja di sektor perbankan. Kesempatan datang ketika ia diterima sebagai pegawai di Kementerian Perdagangan dan ditempatkan di Direktorat Hubungan Perdagangan Luar Negeri.
“Ternyata pegawai negeri tidak seperti yang saya bayangkan. Meski jam kerja resmi hanya sampai siang, saya terbiasa pulang lebih sore karena bagi saya pekerjaan adalah tanggung jawab yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Dalam meniti karier, Mardyana dikenal teguh pada prinsip integritas. Ia pernah menolak penyusunan aturan yang dinilai bertentangan, meski berisiko berhadapan dengan atasan. Sikap itu terbukti tepat setelah aturan yang ia perjuangkan akhirnya disahkan menjadi undang-undang.
Kini, sebagai Kepala BPSDM Kemendag, ia memimpin tiga pusat pengembangan SDM sekaligus membina jabatan fungsional di seluruh Indonesia. “Tugas ini memang berat karena menuntut koordinasi dengan pemerintah daerah dari Sabang sampai Merauke. Tetapi saya melihatnya sebagai amanah mulia untuk memajukan SDM Kementerian Perdagangan,” tegasnya.
Pengalaman internasional juga sempat memperkaya kiprahnya ketika ia bertugas di Lyon, Prancis, selama tiga setengah tahun. Meski harus berpisah dengan keluarga, ia menyebutnya sebagai konsekuensi dari pengabdian.
Pesan untuk Generasi Muda
Kepada generasi muda dan alumni UNAIR, Mardyana berpesan agar selalu menjunjung tinggi integritas serta berani menciptakan lapangan pekerjaan.
“Tidak perlu malu dengan pekerjaan apa pun, yang penting halal dan memberi kontribusi kepada negara dengan membuka lapangan kerja,” pungkasnya. (ret)










