Surabaya (pilar.id) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan desain fashion yang digelar Dekranasda Jatim di Aula UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan, Komplek Kampus UNESA, Jalan Ketintang, Surabaya, pada Senin (10/11).
Pelatihan yang berlangsung hingga 12 November ini menjadi bagian dari program pembinaan Dekranasda Jatim untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi siswi SMK jurusan tata busana se-Jawa Timur, khususnya dalam desain busana dan pengolahan batik khas daerah.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menjadi bukti komitmen Dekranasda dalam mendukung pengembangan skill adik-adik SMK untuk memajukan industri fashion di Jawa Timur dan Indonesia,” ujar Arumi.
Ia menambahkan, industri fashion merupakan sektor ekonomi kreatif yang menjanjikan dan berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelatihan ini juga terasa istimewa karena menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidang mode, seperti Diana M. Putri, desainer asal Surabaya yang telah dikenal secara internasional karena merancang busana untuk artis dunia seperti Blackpink, Lady Gaga, dan Ariana Grande.
Selain itu, turut hadir Agus Sunandar, dosen seni tata busana Universitas Negeri Malang, serta Olivia Gondoputranto, Digital Fashion Technology Specialist dari Universitas Ciputra Surabaya.
“Adik-adik sangat beruntung karena bisa belajar langsung dari para ahli di bidangnya,” kata Arumi.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan teknis dalam menggambar, mendesain, dan menjahit busana, tetapi juga memperluas pemahaman tentang tren mode dan identitas desain.
“Pelatihan ini adalah momentum penting untuk meningkatkan kapasitas diri di bidang fashion. Kami berharap seluruh peserta mengikuti dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan manfaat maksimal,” tambahnya.
Arumi juga menegaskan pentingnya pelestarian budaya wastra Indonesia, khususnya batik, sebagai bagian dari jati diri bangsa. Ia mendorong peserta agar memiliki identitas dan ciri khas desain sendiri dalam berkarya.
“Desainer di Indonesia sangat banyak, namun yang membedakan satu sama lain adalah identitasnya. Jangan takut untuk punya gaya sendiri,” pesannya.
Lebih jauh, ia menyebut kegiatan ini menjadi wadah bagi siswi SMK untuk menambah relasi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menjadi profesional di industri fashion.
“Kerahkan semua usaha kalian. Mari terus belajar, bertumbuh, menggali potensi, dan membuka peluang baru di industri fashion bagi generasi muda,” tutup Arumi. (ren/hdl)








