Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung
  • Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an
  • Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi
  • Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI
  • Gubernur Khofifah Lesehan Bareng Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Grahadi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Ekonomi»Universitas Paramadina Soroti Kritik The Economist: Indonesia Dinilai Hadapi Risiko Ekonomi dan Erosi Demokrasi

Universitas Paramadina Soroti Kritik The Economist: Indonesia Dinilai Hadapi Risiko Ekonomi dan Erosi Demokrasi

Ekonomi Moh. Usman23 Mei 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Universitas Paramadina membahas kritik The Economist terhadap Indonesia, menyoroti risiko fiskal, demokrasi, dan krisis kepercayaan publik.
Universitas Paramadina membahas kritik The Economist terhadap Indonesia, menyoroti risiko fiskal, demokrasi, dan krisis kepercayaan publik.

Jakarta (pilar.id) — Kritik tajam media internasional The Economist terhadap arah kebijakan Indonesia menjadi sorotan dalam diskusi akademik yang digelar Universitas Paramadina bersama Universitas Harkat Negeri, Jumat (23/5/2026). Forum bertajuk “Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?” itu mempertemukan ekonom, akademisi, dan peneliti untuk membedah kondisi ekonomi dan demokrasi nasional.

Diskusi yang berlangsung secara hibrida di Gedung Trinity Universitas Paramadina, Kampus Kuningan, Jakarta, tersebut dipandu M. Rosyid Jazuli, Ph.D. Pembahasan berangkat dari dua artikel The Economist yang terbit pada pertengahan Mei 2026, yakni “Indonesia on a Risky Path” dan “Indonesia’s President is Jeopardizing the Economy and Democracy.”

Kedua laporan tersebut menilai pemerintahan Presiden Prabowo menghadapi tantangan serius terkait disiplin fiskal, kualitas institusi negara, hingga kemunduran demokrasi. Respons pemerintah terhadap kritik internasional itu juga dinilai memicu perdebatan lebih luas mengenai kondisi tata kelola nasional.

Kampus Dinilai Harus Jadi Ruang Kritik Berbasis Data

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menjaga ruang diskusi akademik yang terbuka dan berbasis bukti ilmiah.

Menurutnya, berbagai persoalan kebangsaan harus dibahas melalui pendekatan data, teori, dan kajian empiris agar menghasilkan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran. Ia menilai kebebasan akademik menjadi fondasi penting dalam mengawal kualitas demokrasi dan tata kelola negara.

Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menilai laporan The Economist perlu dipahami sebagai sinyal peringatan terhadap menurunnya kualitas kepercayaan publik kepada institusi negara.

Ia menyoroti adanya kesenjangan yang semakin lebar antara otoritas pemerintah dan legitimasi publik. Menurutnya, pelemahan integritas, meritokrasi, serta mekanisme pengawasan menjadi faktor utama yang memicu penurunan kepercayaan masyarakat maupun pelaku ekonomi.

Sudirman menilai pemulihan kepercayaan publik harus menjadi agenda utama melalui tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

Ekonom Ingatkan Kemiripan dengan Situasi Pra-Krisis 1998

Ekonom Universitas Indonesia, Prof. Moh. Ikhsan, menyebut Indonesia memang belum berada di ambang krisis. Namun, ia mengingatkan sejumlah gejala yang muncul saat ini memiliki kemiripan dengan kondisi menjelang krisis ekonomi 1997–1998.

Menurut Ikhsan, pelemahan kredibilitas fiskal, toleransi terhadap pelanggaran aturan, hingga melemahnya institusi independen merupakan sinyal yang perlu diwaspadai. Ia juga menilai ekspansi fiskal tanpa disiplin pendapatan dapat memperbesar risiko ekonomi dalam jangka panjang.

Meski demikian, ia menegaskan kondisi Indonesia saat ini masih berbeda dibanding masa pra-reformasi karena adanya bantalan ekonomi yang relatif lebih kuat.

Ikhsan juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara. Ia menilai pengalaman reformasi pada era Presiden B.J. Habibie dan Megawati Soekarnoputri menunjukkan stabilitas ekonomi dapat dipulihkan melalui penghormatan terhadap aturan dan institusi demokrasi.

Pandangan serupa disampaikan ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin. Ia menilai sebagian besar kritik The Economist memiliki dasar kuat, terutama terkait komunikasi pemerintah, independensi bank sentral, iklim usaha, dan kualitas perencanaan kebijakan publik.

Menurut Wijayanto, pola pengambilan kebijakan tanpa kajian yang matang berpotensi menciptakan ketidakpastian ekonomi jangka panjang. Ia mendorong pemerintah menerapkan proses perencanaan yang lebih terukur, termasuk analisis dampak dan uji coba sebelum menjalankan proyek berskala besar.

Ia juga menekankan kritik dari lembaga internasional seharusnya dijadikan bahan evaluasi dan bukan dianggap sebagai serangan politik terhadap pemerintah.

BRIN Sebut Demokrasi Indonesia Mengalami Erosi

Peneliti senior BRIN, Prof. Dr. R. Siti Zuhro, menilai kritik The Economist perlu dipahami sebagai alarm terhadap kondisi demokrasi Indonesia.

Ia menyebut Indonesia menghadapi tantangan berupa melemahnya oposisi politik, meningkatnya pragmatisme partai, sentralisasi kekuasaan, serta menurunnya kualitas partisipasi publik dalam proses demokrasi.

Menurut Siti, kemunduran demokrasi sering berlangsung secara perlahan sehingga kerap dianggap sebagai hal yang normal. Ia menilai demokrasi formal memang masih berjalan, tetapi fungsi pengawasan dan partisipasi masyarakat mengalami pelemahan.

Dalam forum tersebut, para pembicara sepakat bahwa Indonesia belum berada di jurang krisis. Namun, tanpa koreksi serius terhadap tata kelola politik dan ekonomi, risiko pelemahan institusi dan penurunan kepercayaan publik dapat semakin membesar.

Diskusi juga menekankan pentingnya memperkuat institusi negara, menjaga disiplin fiskal, memperbaiki iklim usaha, serta memastikan demokrasi berjalan secara substantif dan inklusif di tengah tantangan global yang terus berkembang. (usm)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

Berita Lainnya

Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia), Maria Susana

Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung

20 Juli 2026
Primaya Hospital gelar seminar edukasi perimenopause. Pahami perubahan hormon, gejala fisik, hingga perawatan medis bagi perempuan usia 40 tahun ke atas.

Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an

20 Juli 2026
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Baby Happy gelar Gerakan Anti Ruam di 10 kota untuk lindungi skin barrier bayi demi tumbuh kembang optimal.

Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi

20 Juli 2026

Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI

20 Juli 2026
Gubernur Khofifah lesehan bareng 4.500 warga di Grahadi saat nobar Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina. Simak kemeriahan dan dampaknya bagi UMKM.

Gubernur Khofifah Lesehan Bareng Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Grahadi

20 Juli 2026
PB Pemuda Muslimin Indonesia mendukung Program Sekolah Gratis Pemprov Banten dan menilai kebijakan itu layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain

19 Juli 2026
BTN

Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik

19 Juli 2026
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
Pemerintah memperkuat pemberantasan judi online dengan menyasar seluruh ekosistem, mulai pemblokiran situs, rekening hingga penegakan hukum.

Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judi Online, Tak Hanya Blokir Situs tetapi Putus Seluruh Ekosistemnya

19 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia), Maria Susana

Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung

20 Juli 2026
Primaya Hospital gelar seminar edukasi perimenopause. Pahami perubahan hormon, gejala fisik, hingga perawatan medis bagi perempuan usia 40 tahun ke atas.

Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an

20 Juli 2026
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Baby Happy gelar Gerakan Anti Ruam di 10 kota untuk lindungi skin barrier bayi demi tumbuh kembang optimal.

Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi

20 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.