Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • IHSG Tembus 6.000 dan Rupiah Menguat, Saham BUMN Jadi Motor Penggerak Kepercayaan Investor
  • Obligasi Global Perdana Danantara USD1,5 Miliar Diserbu Investor Dunia, Pesanan Tembus USD4,6 Miliar
  • Koalisi SOS Kritik Rencana Lapisan Baru Cukai Rokok, Nilai Berpotensi Perluas Peredaran Rokok Murah
  • Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 6 Juta Pengunjung dan Transaksi Rp8 Triliun
  • BNI Raih Best Companies to Work for in Asia 2026, Bukti Konsistensi Bangun Talenta dan Budaya Kerja Unggul
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Ekonomi»Koalisi SOS Kritik Rencana Lapisan Baru Cukai Rokok, Nilai Berpotensi Perluas Peredaran Rokok Murah

Koalisi SOS Kritik Rencana Lapisan Baru Cukai Rokok, Nilai Berpotensi Perluas Peredaran Rokok Murah

Ekonomi Ahmad Zulfikar12 Juni 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Aksi Program Rokok Murah Nasional di depan Kantor Kementerian Keuangan (foto: Dok CISDI)
Aksi Program Rokok Murah Nasional di depan Kantor Kementerian Keuangan (foto: Dok CISDI)

Jakarta (pilar.id) – Koalisi Save Our Surroundings (SOS) yang terdiri dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Indonesia Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), dan Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) menggelar aksi satire bertajuk Program Rokok Murah Nasional di depan Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap rencana pemerintah menambah lapisan baru dalam struktur tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT). Koalisi menilai kebijakan itu berpotensi memperluas peredaran rokok murah, meningkatkan keterjangkauan produk tembakau, serta menghambat upaya pengendalian konsumsi rokok di Indonesia.

Dalam aksi damai tersebut, peserta menghadirkan instalasi lapak rokok yang menampilkan figur Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun sebagai simbol kritik terhadap arah kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan agenda kesehatan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia.

Project Lead for Tobacco Control CISDI, Beladenta Amalia, menjelaskan bahwa rencana penambahan kategori baru pada Sigaret Kretek Mesin (SKM) kelas III berisiko menciptakan lebih banyak produk rokok dengan harga terjangkau di pasaran.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memperkuat fenomena downtrading, yakni perpindahan konsumen dari rokok dengan tarif lebih tinggi ke produk yang lebih murah. Kondisi itu dinilai tidak hanya melemahkan fungsi cukai sebagai instrumen pengendalian konsumsi, tetapi juga berpotensi memengaruhi penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau.

Beladenta juga menilai argumentasi bahwa penambahan lapisan tarif baru dapat menekan peredaran rokok ilegal perlu dikaji lebih mendalam. Ia menekankan bahwa persoalan rokok ilegal seharusnya ditangani melalui penguatan penegakan hukum dan penerapan sistem pelacakan serta penelusuran (track and trace) yang efektif.

Baca Juga  Siap-siap Berhenti Merokok, Mulai Januari 2022 Harga Naik Rata-rata 12 Persen

Selain itu, Koalisi SOS mengaku telah melakukan berbagai upaya advokasi, mulai dari publikasi kajian, konferensi pers hingga pengajuan audiensi kepada Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR. Namun, berbagai masukan tersebut dinilai belum memperoleh respons yang memadai.

Kekhawatiran Meningkatnya Perokok Anak

Koalisi SOS juga menyoroti dampak yang dapat ditimbulkan terhadap kelompok usia muda apabila rokok semakin murah dan mudah diakses masyarakat.

Executive Director IYCTC, Manik Marganamahendra, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, jumlah perokok anak mencapai 5,9 juta orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan sekitar 4 juta perokok anak pada 2018.

Data yang sama menunjukkan lebih dari separuh perokok aktif mulai merokok ketika masih berada di usia sekolah. Karena itu, kebijakan yang berpotensi meningkatkan keterjangkauan harga rokok dinilai dapat memperbesar risiko bertambahnya jumlah perokok pemula.

Manik menilai persoalan tersebut juga berkaitan dengan beban kesehatan nasional. Menurutnya, upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menekan angka kemiskinan, dan mengendalikan pembiayaan kesehatan seharusnya berjalan selaras dengan kebijakan pengurangan prevalensi merokok.

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak dan kelompok rentan perlu menjadi prioritas utama dalam setiap penyusunan kebijakan terkait produk tembakau.

Soroti Transparansi Penyusunan Kebijakan

Sementara itu, Ketua RUKKI, Mouhamad Bigwanto, menyoroti aspek transparansi dan potensi konflik kepentingan dalam proses pembahasan lapisan baru tarif cukai rokok.

Baca Juga  Harga Rokok Melambung: Tembakau Disalahkan, Cukai Disayang

Menurutnya, muncul pertanyaan publik setelah adanya pernyataan mengenai komunikasi antara pihak pemerintah dengan pelaku industri rokok ilegal terkait wacana tersebut. Di saat yang sama, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga tengah mendalami dugaan kasus suap yang berkaitan dengan pengawasan cukai dan peredaran rokok ilegal.

Bigwanto menilai pemerintah seharusnya lebih mengedepankan masukan dari akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan kalangan ahli kesehatan dalam merumuskan kebijakan pengendalian tembakau.

Karena itu, Koalisi SOS mendesak Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR untuk menghentikan pembahasan penambahan lapisan baru tarif CHT, memastikan proses penyusunan kebijakan bebas dari konflik kepentingan, serta melibatkan para ahli dan organisasi masyarakat sipil secara lebih bermakna.

Koalisi juga meminta pemerintah segera menerapkan sistem track and trace rokok yang independen untuk memperkuat pemberantasan rokok ilegal, sekaligus meningkatkan transparansi dalam penanganan dugaan kasus suap yang berkaitan dengan pengawasan cukai hasil tembakau.

Sebagai informasi, Koalisi Save Our Surroundings (SOS) merupakan gerakan yang menghimpun lebih dari 3.000 anggota dan sekitar 50 organisasi dari berbagai latar belakang. Koalisi ini berfokus pada isu kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, hak asasi manusia, kebijakan publik, budaya sosial baru, dan perlindungan anak dengan tujuan mendorong terciptanya lingkungan hidup yang lebih sehat dan bebas dari dampak buruk konsumsi rokok. (usm/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Cukai Rokok

Berita Lainnya

Cukai Rokok pada 2023 Bakal Naik, Pemerintah Diminta Hati-hati

19 Agustus 2022

DPR Terima Usulan 50 Persen Hasil Pajak dan Cukai Rokok untuk Pembiayaan Kesehatan

5 Maret 2022

Harga Rokok Melambung: Tembakau Disalahkan, Cukai Disayang

3 Januari 2022

Rokok itu Isu Kesehatan, Pendekatan Ekonomi hanya Melahirkan Perdebatan

3 Januari 2022

Siap-siap Berhenti Merokok, Mulai Januari 2022 Harga Naik Rata-rata 12 Persen

3 Januari 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
BRI Jazz Gunung Series 2026 digelar di Bromo dan Slamet, menghadirkan kolaborasi musik jazz, wisata alam, budaya, dan UMKM lokal.

BRI Jazz Gunung Series 2026 Hadir di Bromo dan Slamet, Padukan Musik, Wisata Alam, dan Budaya

9 Juni 2026
ION WATER mendukung AirAsia HYROX Jakarta 2026 yang diproyeksikan menarik ribuan peserta internasional dan memperkuat ekosistem fitness nasional.

ION WATER Dukung AirAsia HYROX Jakarta 2026, Perkuat Ekosistem Fitness dan Sport Tourism Indonesia

9 Juni 2026
Rio Ngumoha (sumber foto: instagram @rio_ngumoha)

Tampil Gemilang Bersama Inggris, Rio Ngumoha Tetap Gagal ke Piala Dunia 2026 karena Aturan FIFA

9 Juni 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Berita Lainnya
Ilustrasi uang rupiah (foto: Mufid Majnun, unsplash)

IHSG Tembus 6.000 dan Rupiah Menguat, Saham BUMN Jadi Motor Penggerak Kepercayaan Investor

12 Juni 2026
Danantara Indonesia

Obligasi Global Perdana Danantara USD1,5 Miliar Diserbu Investor Dunia, Pesanan Tembus USD4,6 Miliar

12 Juni 2026
Aksi Program Rokok Murah Nasional di depan Kantor Kementerian Keuangan (foto: Dok CISDI)

Koalisi SOS Kritik Rencana Lapisan Baru Cukai Rokok, Nilai Berpotensi Perluas Peredaran Rokok Murah

12 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.