Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Lingkungan»Nyanyi, Orasi, dan Puisi Warnai Aksi Demonstrasi Menyelamatkan Bumi

Nyanyi, Orasi, dan Puisi Warnai Aksi Demonstrasi Menyelamatkan Bumi

Lingkungan M. Fathur Rohman27 Maret 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Memonetum Global Climate Strike yang jatuh pada Jumat (24/3/2022) dimanfaatkan oleh masyarakat di seluruh dunia untuk melakukan aksi kedaruratan iklim (Foto: Markus Spiske, unsplash)

Jakarta (pilar.id) – Tak bisa dipungkiri bahwa hingga hari ini, krisis iklim masih terus terjadi. Pemanasan global terjadi dan efeknya bisa kita rasakan bersama. Cuaca yang kerap kali tidak bisa diprediksi, peningkatan suhu di berbagai daerah di seantero bumi.

Untuk kembali mengingatkan pada seluruh masyarakat dan pemerintah bahwa bumi kita tidak sedang baik-baik saja. Bertepatan dengan peringatan Global Climate Strike, BEM UI bersama berbagai elemen masyarakat menggelar aksi di Jakarta pad Jumat (24/3/2022).

Dalam aksi menyuarakan kedaruratan iklim ini, para peserta tidak hanya melakukan orasi. Tetapi juga ada yang bernyanyi dan membacakan puisi demi mengingatkan bahwa kita semua harus mulai menyelamatkan bumi.

Momen Global Climate Strike dipilih karena pada kesempatan tersebut, berbagai elemen masyarakat dari berbagai belahan dunia juga sedang melakukan aksi yang sama. Termasuk di lebih dari 20 kota di Indonesia yang juga menggelar aksi menyerukan kedaruratan iklim.

Aksi massa di Jakarta dimulai dengan melakukan long march dari JPO Tanpa Atap Sudirman menuju titik aksi di Taman Skate Park Sudirman. Saat berada di titik aksi, massa aksi menyuarakan deklarasi darurat iklim dengan slogan “Tidak Ada Kehidupan di Planet yang Mati”.

Massa aksi mengenakan atribut layaknya barisan pascakiamat sebagai implementasi dampak dari kepunahan yang akan terjadi akibat kondisi iklim yang semakin parah.

Baca Juga  BEM Kalbar Tuntut Anggota DPRD Kalbar Jadi Penyambung Lidah Masalah yang Terjadi di Masyarakat

Selain itu, aksi ini juga menyuarakan urgensi penundaan terhadap krisis iklim yang harus segera direalisasikan oleh semua elemen masyarakat.

Salah satu hal yang mendasari aksi ini adalah Laporan IPCC terbaru yang menunjukkan konsekuensi signifikan yang timbul dari permasalahan perubahan iklim dan ketidaksinkronan antara aksi dan komitmen dunia saat ini sehingga mendorong adanya tindakan antisipatif-konstruktif dalam skala global untuk menyelamatkan masa depan yang layak huni dan berkelanjutan, meskipun dengan tenggat waktu yang sangat sempit.

Huru-hara dunia yang masih dieksploitasi oleh sistem politik ekonomi berbasis industri ekstraktif demi keuntungan semu berpotensi untuk terus membenamkan harapan dan solusi kita bersama agar secepatnya keluar dari krisis iklim.

Ketidakbijakan pemerintah yang secara persisten mendukung eksploitasi alam, hutan, dan lautan secara substansial akan terus menginisiasi perwujudan baru dari dampak katastropis krisis iklim yang semakin mengganas, seperti peningkatan korban jiwa terdampak, gagal panen, wabah penyakit, serta konflik sosial.

Terdapat empat poin tuntutan yang disampaikan melalui aksi serentak di berbagai belahan dunia ini.

Pertama, pendeklarasian darurat iklim untuk menjadi isu prioritas. Memastikan pendidikan dan penyebarluasan kebenaran tentang krisis iklim melalui lembaga-lembaga pendidikan. Lebih lanjut, mendorong kerjasama lebih kuat dengan pihak media massa untuk terus menyebarluaskan isu krisis iklim.

Memprioritaskan pembangunan yang berketahanan iklim dan keamanan di tingkat tapak melalui infrastruktur untuk kedaulatan pangan, energi, air milik masyarakat secara mandiri. Memastikan transisi berkeadilan.

Baca Juga  SETARA Institute: Hentikan Kekerasan dan Fokus Pada Substansi Tuntutan Demonstrasi

Mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat adat dalam perencanaan solusi, termasuk pembuatan keputusan. Urgensi untuk peningkatan ambisi dan komitmen iklim yang selaras dengan Perjanjian Paris. Untuk menahan laju pemanasan di titik 1,5 derajat Celcius.

Memastikan penghentian pendanaan pada proyek dan ketidakbijakan yang memperburuk situasi krisis iklim.

Menghentikan semua solusi iklim palsu seperti energi baru yang bersumber dari batubara gas, dan nuklir. Mengalihkan pendanaan dan dukungan terhadap solusi yang terdesentralisasi di tingkat tapak untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Keselamatan dan keamanan yang terjamin untuk rakyat Indonesia yang berjuang menyelamatkan lingkungan dan hidupnya.

Membuka ruang-ruang demokrasi yang adil dan bijak dengan perubahan sistem politik yang mengedepankan partisipasi masyarakat secara aktif (balai masyarakat). Memastikan sistem ekonomi para ekonomi pemenuhan kehidupan, bukan pada pengukuran PDB. (fat/antara)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Aksi kedaruratan iklim aksi krisis iklim Aksi mahasiswa aksi menyelamatkan bumi Global climate strike

Berita Lainnya

Global Climate Strike di Yogyakarta Tuntut Transisi Energi Berkeadilan

23 September 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.