Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung
  • Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an
  • Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi
  • Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI
  • Gubernur Khofifah Lesehan Bareng Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Grahadi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Lingkungan»Nyanyi, Orasi, dan Puisi Warnai Aksi Demonstrasi Menyelamatkan Bumi

Nyanyi, Orasi, dan Puisi Warnai Aksi Demonstrasi Menyelamatkan Bumi

Lingkungan M. Fathur Rohman27 Maret 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Memonetum Global Climate Strike yang jatuh pada Jumat (24/3/2022) dimanfaatkan oleh masyarakat di seluruh dunia untuk melakukan aksi kedaruratan iklim (Foto: Markus Spiske, unsplash)

Jakarta (pilar.id) – Tak bisa dipungkiri bahwa hingga hari ini, krisis iklim masih terus terjadi. Pemanasan global terjadi dan efeknya bisa kita rasakan bersama. Cuaca yang kerap kali tidak bisa diprediksi, peningkatan suhu di berbagai daerah di seantero bumi.

Untuk kembali mengingatkan pada seluruh masyarakat dan pemerintah bahwa bumi kita tidak sedang baik-baik saja. Bertepatan dengan peringatan Global Climate Strike, BEM UI bersama berbagai elemen masyarakat menggelar aksi di Jakarta pad Jumat (24/3/2022).

Dalam aksi menyuarakan kedaruratan iklim ini, para peserta tidak hanya melakukan orasi. Tetapi juga ada yang bernyanyi dan membacakan puisi demi mengingatkan bahwa kita semua harus mulai menyelamatkan bumi.

Momen Global Climate Strike dipilih karena pada kesempatan tersebut, berbagai elemen masyarakat dari berbagai belahan dunia juga sedang melakukan aksi yang sama. Termasuk di lebih dari 20 kota di Indonesia yang juga menggelar aksi menyerukan kedaruratan iklim.

Aksi massa di Jakarta dimulai dengan melakukan long march dari JPO Tanpa Atap Sudirman menuju titik aksi di Taman Skate Park Sudirman. Saat berada di titik aksi, massa aksi menyuarakan deklarasi darurat iklim dengan slogan “Tidak Ada Kehidupan di Planet yang Mati”.

Massa aksi mengenakan atribut layaknya barisan pascakiamat sebagai implementasi dampak dari kepunahan yang akan terjadi akibat kondisi iklim yang semakin parah.

Baca Juga  BEM Kalbar Tuntut Anggota DPRD Kalbar Jadi Penyambung Lidah Masalah yang Terjadi di Masyarakat

Selain itu, aksi ini juga menyuarakan urgensi penundaan terhadap krisis iklim yang harus segera direalisasikan oleh semua elemen masyarakat.

Salah satu hal yang mendasari aksi ini adalah Laporan IPCC terbaru yang menunjukkan konsekuensi signifikan yang timbul dari permasalahan perubahan iklim dan ketidaksinkronan antara aksi dan komitmen dunia saat ini sehingga mendorong adanya tindakan antisipatif-konstruktif dalam skala global untuk menyelamatkan masa depan yang layak huni dan berkelanjutan, meskipun dengan tenggat waktu yang sangat sempit.

Huru-hara dunia yang masih dieksploitasi oleh sistem politik ekonomi berbasis industri ekstraktif demi keuntungan semu berpotensi untuk terus membenamkan harapan dan solusi kita bersama agar secepatnya keluar dari krisis iklim.

Ketidakbijakan pemerintah yang secara persisten mendukung eksploitasi alam, hutan, dan lautan secara substansial akan terus menginisiasi perwujudan baru dari dampak katastropis krisis iklim yang semakin mengganas, seperti peningkatan korban jiwa terdampak, gagal panen, wabah penyakit, serta konflik sosial.

Terdapat empat poin tuntutan yang disampaikan melalui aksi serentak di berbagai belahan dunia ini.

Pertama, pendeklarasian darurat iklim untuk menjadi isu prioritas. Memastikan pendidikan dan penyebarluasan kebenaran tentang krisis iklim melalui lembaga-lembaga pendidikan. Lebih lanjut, mendorong kerjasama lebih kuat dengan pihak media massa untuk terus menyebarluaskan isu krisis iklim.

Memprioritaskan pembangunan yang berketahanan iklim dan keamanan di tingkat tapak melalui infrastruktur untuk kedaulatan pangan, energi, air milik masyarakat secara mandiri. Memastikan transisi berkeadilan.

Baca Juga  Global Climate Strike di Yogyakarta Tuntut Transisi Energi Berkeadilan

Mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat adat dalam perencanaan solusi, termasuk pembuatan keputusan. Urgensi untuk peningkatan ambisi dan komitmen iklim yang selaras dengan Perjanjian Paris. Untuk menahan laju pemanasan di titik 1,5 derajat Celcius.

Memastikan penghentian pendanaan pada proyek dan ketidakbijakan yang memperburuk situasi krisis iklim.

Menghentikan semua solusi iklim palsu seperti energi baru yang bersumber dari batubara gas, dan nuklir. Mengalihkan pendanaan dan dukungan terhadap solusi yang terdesentralisasi di tingkat tapak untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Keselamatan dan keamanan yang terjamin untuk rakyat Indonesia yang berjuang menyelamatkan lingkungan dan hidupnya.

Membuka ruang-ruang demokrasi yang adil dan bijak dengan perubahan sistem politik yang mengedepankan partisipasi masyarakat secara aktif (balai masyarakat). Memastikan sistem ekonomi para ekonomi pemenuhan kehidupan, bukan pada pengukuran PDB. (fat/antara)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Aksi kedaruratan iklim aksi krisis iklim Aksi mahasiswa aksi menyelamatkan bumi Global climate strike

Berita Lainnya

Global Climate Strike di Yogyakarta Tuntut Transisi Energi Berkeadilan

23 September 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia), Maria Susana

Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung

20 Juli 2026
Primaya Hospital gelar seminar edukasi perimenopause. Pahami perubahan hormon, gejala fisik, hingga perawatan medis bagi perempuan usia 40 tahun ke atas.

Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an

20 Juli 2026
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Baby Happy gelar Gerakan Anti Ruam di 10 kota untuk lindungi skin barrier bayi demi tumbuh kembang optimal.

Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi

20 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.