Cirebon (pilar.id) – Jalur pantai utara (pantura) selama ini memang menjadi salah satu jalur utama di Pulau Jawa yang digunakan bukan hanya sebagia jalur distribusi tetapi juga untuk bepergian dari satu provinsi ke provinsi yang lain.
Jalur pantura juga menjadi salahs atu jalur yang kerap digunakan untuk mudik. Hal ini tentu saja akan membuat jalur pantura menjadi sangat ramai oleh pengguna jalan.
Demi memberikan tempat beristirahat untuk para pemudik, Badan Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi (BPTAGS) Cirebon, Jawa Barat, membuat rest area atau tempat istirahat. Sebab, lokasi wisata ini memang berada di jalur Pantura yang biasanya digunakan untuk menuju ke Pulau Sumatera.
Lokasi rest area ini, nantinya akan berada di area parkir Taman Air Goa Sunyaragi. Selain beristirahat, para pemudik juga bisa sekalian berwisata bersama keluarga. Sehingga, bukan hanya lelah fisik yang hilang tetapi juga sekaligus refreshing mental.
Kepala Bagian Humas BPTAGS Cirebon Eko Ardi Nugraha di Cirebon, Minggu, mengatakan pembukaan tempat istirahat bagi para pemudik itu sebagai upaya memberikan pelayanan kepada para pemudik yang melintasi kawasan Pantura Jawa di Cirebon.
Menurutnya, pemudik juga bisa menghilangkan lelah karena ada fasilitas tempat beristirahat, toilet serta area parkir yang luas.
Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta warga sekitar untuk berjualan.
“Di tempat istirahat, pemudik juga bisa menikmati makanan khas Cirebon seperti empal gentong, tahu gejrot maupun makanan lainnya, kami bekerja sama dengan pelaku UMKM dan warga sekitar,” ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjut Eko, pemudik juga bisa berwisata dan berfoto di objek wisata Goa Sunyaragi yang merupakan goa karang buatan manusia tertua di Indonesia.
“Tiket masuknya tetap Rp15 ribu untuk umum dan pelajar atau mahasiswa hanya Rp10 ribu cukup buktikan dengan identitas,” katanya.(fat/tra)









