Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Politik»Ini Alasan Jokowi Enggan Pecat Menteri Berkinerja Buruk

Ini Alasan Jokowi Enggan Pecat Menteri Berkinerja Buruk

Politik Achmat D19 Mei 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden RI Joko Widodo saat memberikan keterangan mengenai larangan ekspor minyak goreng di kanal Youtube Sekretariat Presiden (foto: istimewa)

Jakarta (pilar.id) – Direktur Eksekutif  Indo Barometer Muhammad Qodari menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadapi dilema dengan sistem perpolitikan sekarang. Sehingga, ia tak bisa seenaknya saja mengganti menteri meski tidak bisa bekerja di lapangan.

Dari 33 menteri sekarang, Jokowi hanya memilih setengahnya. Sedangkan sisanya, ditentukan ketua umum (ketum) partai politik (parpol). “Jadi kalau berharap dengan kinerja menteri sekarang sama saja dengan mimpi,” kata Qodari, di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Menurut Qodari, desain politik sekarang harus dipahami semua pihak, yang kurang memberikan ruang bagi presiden untuk menentukan seorang menteri tanpa harus konsultasi dengan ketum parpol. Sehingga ketika seorang menteri yang diusulkan ketum parpol tidak bisa bekerja, presiden tetap saja tidak bisa menggantinya, karena ada dukungan partai politik, meskipun tidak memiliki kompetensi.

“Suka tidak suka, itulah realitas dan situasi dan kondisi sekarang. Rekomendasinya perbaiki sistemnya,” kata dia.

Senada, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menyoroti sejumlah menteri yang terlibat kampanye terselubung. Ujang bahkan pernah meminta agar memecat menteri yang melakukan kampanye atau melakukan kerja-kerja politik sebelum waktunya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, kinerja pemerintah saat ini semakin terpuruk, karena para menterinya sibuk kampanye atau melakukan kerja-kerja politik menjelang pemilu 2024. Padahal sebagai pembantu pesiden, kemampuan teknis seorang menteri dibutuhkan untuk mengatasi kompleksitas krisis yang berlarut saat ini, bukan malah sibuk mempersiapkan pertarungan politik berikutnya

Baca Juga  Selesai Di Papua, Presiden Lanjutkan Kunker ke Kepulauan Tanimbar Maluku

Menurut Anis, manuver politik dari para menteri ini dalam rangka sosialisasi pencapresan atau berupaya membentuk koalisi baru menimbulkan persoalan moral dan etika, serta kontradiksi kompleksitas sistem presidensil. Dalam sistem presidensial, lanjut Anis, para menteri adalah pembantu presiden yang diangkat dengan asumsi memiliki kemampuan teknis dalam bidang yang ditunjuk presiden.

“Tapi begitu Presiden memasuki paruh kedua dari periode masa kerjanya, para menteri justru sibuk menyiapkan pertarungan berikutnya,” ujar Anis.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menambahkan, presiden tak bisa diatur-atur pimpinan parpol atau parlemen, dan dijatuhkan begitu saja. Karena itu, ia meminta Presiden Jokowi menertibkan para menterinya yang sibuk kampanye atau melakukan kerja-kerja politik menjelang pemilu 2024.

“Keluyuran-keluyuran yang enggak jelas dari orang-orang yang ingin menjadi capres ini, adalah tindakan liar yang harus dihentikan. Dan yang harus menghentikan memang presiden,” tegas Fahri. (Ach/din)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Joko Widodo Presiden Jokowi

Berita Lainnya

Label “Tembok Ratapan Solo” muncul di Google Maps pada rumah Jokowi.

Viral Tembok Ratapan Solo di Google Maps, Ini Penjelasan di Balik Label di Rumah Jokowi

16 Februari 2026
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro

Ijazah Jokowi Dinilai Asli dan Sah, Polri: Tak Ada Unsur Pidana

24 Mei 2025
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Akan Gelar Perkara Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Pekan Ini, Hasilnya Dijanjikan Terbuka dan Transparan

20 Mei 2025
Joko Widodo penuhi panggilan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada Senin (20/5/2025) (foto: Dok Humas Polri)

Jokowi Tiba di Bareskrim, Klarifikasi Keaslian Dokumen Pendidikan Termasuk Ijazah

20 Mei 2025
Joko Widodo

Jokowi: Cita-cita dan Harapan 280 Juta Rakyat Indonesia di Tangan Presiden Prabowo

20 Oktober 2024

Prabowo dan Jokowi Hadiri Gelar Unsur Armada TNI AL serta Pemberian Brevet Kehormatan

28 September 2024
Presiden Joko Widodo (foto: BPMI Setpres)

Presiden Jokowi Apresiasi Pembebasan Pilot Susi Air Berlangsung Lancar

21 September 2024
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto

Prabowo Dukung Keberlanjutan IKN, Jokowi: Stabilitas Penting untuk Bangun Negara

12 September 2024
Presiden Joko Widodo saat memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (foto: Dok BPMI Setpres)

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT Ke-79 RI di Ibu Kota Nusantara

17 Agustus 2024
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.