Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Danantara Tetapkan Delapan Mitra PSEL Batch II, Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi di Indonesia
  • Maxim Gelar Zumba Akbar di Surabaya, Targetkan 3.000 Peserta dengan Doorprize dan Beragam Aktivitas Seru
  • Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi Tekankan Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat
  • Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung
  • Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Politik»Rombak Kabinet, Aktivis KAMI: Jokowi Resahkan Masyarakat!

Rombak Kabinet, Aktivis KAMI: Jokowi Resahkan Masyarakat!

Politik Achmat D17 Juni 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Presiden RI Joko Widodo saat menyampaikan dukacita untuk Emmeril Kahn Mumtadz dari Istana Merdeka

Jakarta (pilar.id) – Aktivis Demorasi dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresahkan masyarakat. Alasannya, kata Syahganda, Jokowi telah menguras perhatian masyarakat sebulan terakhir dengan isu reshuffle.

Namun, setelah terjadi perombakan Kabinet Indonesia Maju, justru tidak didasarkan pada kinerja para pembantunya. “Masyarakat itu menunggu dia sebagai Presiden, bukan dia sebagai Perdana Menteri. Sebagai presiden dia punya veto untuk merombak kabinetnya berdasarkan kinerja,” ungkap Syahganda, di Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Menurut Syahganda, reshuffle terakhir yang dilakukan Jokowi tidak menyerap aspirasi publik. Selain harga-harga kebutuhan naik, publik juga sangat antusias membicarakan utang luar negeri yang naik signifikan, kemudian soal pengangguran, hingga korupsi infrastruktur.

“Jadi saya pikir apa yang diperbincangkan publik, itu yang bukan direspons oleh Jokowi,” kata Syahganda.

Selain itu, lanjut Syahganda, Jokowi juga melakukan langkah mundur. Pasalnya, Jokowi tidak menyentuh sama sekali akar persoalan bangsa yang dihadapi saat ini, yaitu perpecahan nasional.

“Dia senang aja mungkin Indonesia terpecah sampai 2024 sebagaimana Mahfud MD menduga,” jelas Syahganda.

Selanjutnya soal korupsi yang cukup mengkhawatirkan sebagaimana disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebutkan proyek infrastuktur dikorupsi 30-35 persen. Bahkan, kurang dari 50 persen menjadi biaya riil proyek infrastuktur, sedangkan sisanya menjadi bancakan.

“Makanya kualitas infrastruktur Jokowi ini kan hancur-hancuran, Kalau di luar negeri rata-rata 50 tahun, baru ada perbaikan infrastruktur. Sekarang baru diresmikan beberapa tahun lalu sudah diperbaiki lagi,” paparnya.

Ia juga menyoroti soal kasus korupsi yang dilakukan secara terang benderang terkait PCR Covid-19. Dugaan korupsi tersebut dilakukan oleh sejumlah menteri Jokowi. “Tapi Jokowi tidak merespons itu,” kata Syahganda.

Syahganda mengungkapkan, terkait pencopotan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan karena tidak memiliki kekuatan partai politik (parpol) yang bisa ‘menjaga’ kursi empuknya. Sementara Menteri Agraria Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil dicopot karena mempresentasikan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Dan Jusuf Kalla sudah tidak ada, jadi hanya dua itu yang tersisa yang bisa menjadi otoritas Jokowi,” cetus Syahganda.

Jokowi disebut tidak punya otoritas penuh untuk memecat para pembantunya. Hal itu dikarenakan Jokowi dikunci oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Jadi catur politiknya Jokowi ini kan tergantung dua orang ini,” tutur Syahganda.

Syahganda juga mengkritisi soal proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Saat ini, banyak negara termasuk Indonesia tengah menghadapi darurat ekonomi. Seharusnya, pemerintah menghemat anggaran untuk pemulihan ekonomi, termasuk segera mengatasi persoalan pengangguran di Indonesia.

Ia membandingkan di zaman Presiden BJ Habibie, saat ekonomi jatuh pemerintah sibuk membuat pabrik-pabrik dan menciptakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebanyak-banyaknya untuk menyerap lapangan kerja. “Proyek mercusuar dalam keadaan ekonomi sulit itu hukum ekonominya, itu namanya dalam krisis semua penghematan,” kata dia. (ach/din)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Aktivis Demorasi dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresahkan masyarakat.
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya

Danantara Tetapkan Delapan Mitra PSEL Batch II, Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi di Indonesia

21 Juli 2026
Maxim menggelar Zumba Akbar di Taman Bungkul Surabaya pada 26 Juli 2026 dengan target 3.000 peserta, doorprize menarik, dan berbagai aktivitas seru.

Maxim Gelar Zumba Akbar di Surabaya, Targetkan 3.000 Peserta dengan Doorprize dan Beragam Aktivitas Seru

21 Juli 2026
Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi meminta pejabat fungsional bekerja berintegritas dan berorientasi pada manfaat nyata agar masyarakat memperoleh pekerjaan layak.

Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi Tekankan Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

21 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.