Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain
  • Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik
  • J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia
  • Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judi Online, Tak Hanya Blokir Situs tetapi Putus Seluruh Ekosistemnya
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Budaya»Musik dan Film»Ngeri-Ngeri Sedap, Film Medium yang Tepat untuk Belajar Budaya Orang Lain

Ngeri-Ngeri Sedap, Film Medium yang Tepat untuk Belajar Budaya Orang Lain

Musik dan Film Dwita Feby Febriyola8 Juli 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Adegan dalam film 'Ngeri-Ngeri Sedap' (foto: istimewa)

Surabaya (pilar.id) – Kehadiran film Ngeri-Ngeri Sedap (2022) sebagai film dengan latar belakang etnografi berhasil membawa angin segar dalam industri perfilman Tanah Air.

Pasalnya, film garapan Bene Dion itu sukses meraup lebih dari 2,6 juta penonton per 4 Juli 2022 dan meraih gelar Film Dengan Cerita Asli Terlaris.

Menanggapi hal itu, pakar Kajian Sinema Universitas Airlangga (Unair) IGAK Satrya Wibawa SSos MCA PhD mengatakan bahwa ethnographic background dalam sebuah film, utamanya film Indonesia, menjadi salah satu daya tarik saat ini.

“Dulu pada masa Orde Baru, keberagaman Indonesia itu dimatikan menjadi sebuah politik kebudayaan tunggal menjadi ‘budaya Indonesia’. Seringkali ternyata dalam prasejarah politik itu berasal dari satu etnik yaitu etnik Jawa. Setelah Orde Baru, diversity kita itu terbuka lebar, orang bisa leluasa mengetahui dan menikmati budaya-budaya lain selain ‘budaya Indonesia’,” ujarnya.

Menurut Igak, kondisi tersebut membuka peluang yang lebih luas untuk keberagaman sehingga orang dapat leluasa menonton film tentang budaya Indonesia lainnya. Keingintahuan itu menjadi pendorong untuk menonton film.

Kemudian, ia menjelaskan bahwa film menjadi semacam jembatan kebudayaan yang berbeda. Seperti halnya Ngeri-Ngeri Sedap, meskipun isunya universal yaitu relasi orang tua dan anak, tetapi dibalur dengan konteks adat Batak yang kental.

“Ini menarik bagi endorser, buat kita yang non-Batak untuk menonton film ini dan menjadi contoh yang bagus untuk mempelajari etnis atau budaya lain. Dan Ngeri-Ngeri Sedap menampakkan itu, bagaimana Si Sahat dekat dengan bapak angkatnya yang dari Jawa, kemudian anak pertamanya Si Domu yang ingin menikah dengan Sunda,” jelas Igak.

Baca Juga  Investasi Bodong Net89, Pakar: Jangan Bergantung pada Robot Trading!
Pakar Kajian Sinema Universitas Airlangga (UNAIR) IGAK Satrya Wibawa SSos MCA PhD

“Jadi, bauran-bauran kebudayaan seperti itu membuat kita lebih terbuka, tanpa harus memandang sebuah etnis dari stereotip yang kita tahu. Kita bisa tahu lebih banyak lagi, kita bisa belajar lebih banyak, dan film menurut saya medium yang tepat untuk kita mempelajari budaya orang lain sebetulnya,” tambahnya.

Tema universal dalam film Ngeri-Ngeri Sedap menggambarkan bagaimana sebuah keluarga tumbuh pada masa yang berbeda. Pak Domu dan Mak Domu berada pada masa ketika prinsip sistem kekeluargaan harus berkumpul di rumah, sementara mereka membesarkan anak-anaknya dengan pendidikan yang lebih tinggi.

Dari film tersebut, Igak mengungkapkan bahwa menjadi orang tua adalah proses belajar yang tidak akan pernah berhenti. Orang tua tidak bisa menyamakan didikan dulu dengan sekarang karena pada dasarnya manusia tumbuh dengan adaptif dan dinamis.

Selain itu, sisi menarik lainnya dari film ini adalah bagaimana para tokoh tidak bisa meninggalkan akar budaya yang melekat dalam lubuk hati mereka.

“Ketika anak-anak itu disuruh pulang karena mereka tahu ibu bapaknya memilih cerai, mereka spontan berkata itu tidak sesuai adat, kemudian statement itu dibalik Pak Domu bahwa mereka yang tidak mau pulang juga tidak sesuai adat,” ungkap Igak.

“Jadi bukan adatnya sebetulnya, tapi bagaimana sudut pandang orang itu merupakan adat dalam kehidupan sekarang. Kita bermaksud adat itu lebih fleksibel dan itu yang ditawarkan oleh film ini bahwa adat itu tidak berubah, yang berubah adalah cara pandang manusia sehingga korelasi itu yang ditampakkan oleh kisah Pak Domu dan Bu Domu bahwa modernitas dan adat sesungguhnya tidak harus dibenturkan,” tegasnya.

Baca Juga  Pengendalian HIV di Indonesia, Epidemiolog: Butuh Kerja Sama Lintas Sektor

Lebih lanjut, alumnus Curtin University itu menuturkan bahwa potensi kekuatan etnografi dalam bentuk narasi dapat menjadi cara terbaik untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada generasi muda sekarang.

“Tidak lagi hanya berbekal pengetahuan formal di sekolah, buku-buku, sejarah atau sosial yang kadang menjemukan atau proses dialektika internal di keluarga yang bisa jadi tidak sesuai dengan masanya sehingga film menjadi salah satu medium yang sangat tepat untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia sesungguhnya,” tuturnya.

Di samping itu, film juga dapat memperkenalkan Indonesia kepada orang lain tidak hanya kepada kepada masyarakat Indonesia, tapi juga kepada masyarakat dunia. Menurut Igak, selama ini banyak orang memandang budaya Indonesia sebagai eksotisme, tontonton, atau produk pariwisata.

“Padahal, jika diangkat dalam konteks etnografi banyak sekali hal-hal yang selama ini dikenal oleh orang-orang itu salah kaprah karena tidak mengangkat sudut pandang dan pemahaman yang tepat tentang budaya tersebut sehingga ini saatnya momentum-momentum ini harus dijaga oleh para filmmaker kita dan tentu ini cara belajar budaya kita dengan menyenangkan,” pungkasnya. (feb/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Bene Dion film indonesia Ngeri-Ngeri Sedap Universitas Airlangga

Berita Lainnya

FK UNAIR dan RSUD Dr Soetomo gelar pelatihan BLS di KBRI Rabat, bekali diaspora Indonesia dengan keterampilan darurat medis penting.

FK UNAIR dan RSUD Dr Soetomo Latih BLS Diaspora Indonesia di Maroko, Perkuat Respons Darurat Global

27 April 2026
FK UNAIR dan IDGNH Belanda sepakat menjalin kolaborasi internasional untuk riset, pertukaran ahli, dan peningkatan layanan medis.

Sinergi Lintas Benua: FK UNAIR dan IDGNH Belanda Jalin Kolaborasi Global untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan

23 April 2026
Mahasiswa UNAIR ciptakan Biofilter Farmtech, karpet kandang anti bau yang ubah limbah jadi kompos, juara 1 Business Plan nasional UPB.

Mahasiswa Universitas Airlangga Ciptakan Karpet Kandang Anti Bau, Raih Juara 1 Nasional Business Plan

22 April 2026
Guru Besar Sosiologi Gender Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Emy Susanti

Makna Hari Kartini 2026: Guru Besar UNAIR Tekankan Otonomi Perempuan dan Soroti Beban Ganda

21 April 2026
Wira Dharma Alrasyid

Lebaran Tanpa Mudik, Mahasiswa UNAIR Asal Aceh Pilih Bertahan di Surabaya dan Temukan Makna Baru

21 Maret 2026
Guru Besar Departemen Komunikasi, Prof Dra Rachmah Ida M Com PhD

Pemerintah Batasi Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pakar UNAIR Ingatkan Risiko Konten Digital

13 Maret 2026
Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE, MSc

Pakar UNAIR: Zakat Berperan Strategis Kurangi Ketimpangan Sosial di Indonesia

6 Maret 2026
Lailatul Muniroh SKM MKes, Dosen Program Studi Gizi FKM Universitas Airlangga

Pola Tidur Sehat Saat Puasa, Kunci Tekan Risiko Gangguan Metabolik di Bulan Ramadan

28 Februari 2026
Salsyabila Putri Pratama

Inspirasi Salsyabila Putri: Kembangkan JIVVA Sportswear, Brand Lokal yang Bidik Tren Gaya Hidup Sehat

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
PB Pemuda Muslimin Indonesia mendukung Program Sekolah Gratis Pemprov Banten dan menilai kebijakan itu layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain

19 Juli 2026
BTN

Laba Bersih BBTN Melonjak 41 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh dan Kualitas Aset Membaik

19 Juli 2026
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.