Surabaya (pilar.id) – Sebagai bentuk dukungan pengembangan ekosistem industri halal di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meresmikan Bank Syariat Islam (BSI) UMKM Center Jawa Timur yang terletak di kawasan Jl Kartini Surabaya, Kamis (21/7/2022) siang.
“Kita ketahui bahwa mendorongan keuangan syariah merupakan salah satu bentuk afirmasi, salah satunya dengan mewadai UMKM yang telah dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia yang saat ini telah memiliki 1200 cabang dan menjadi bank terbesar ke 7 secara nasional,” ujar Emil.
Dalam kesempatan itu, Emil sempat mencoba langsung seni melukis batik dengan menggunakan canting milik UMKM asal Mojokerto Alur Wiji Batik yang menggunakan bahan baku dari getah tumbuhan dari berbagai macam tumbuhan, di antaranya kayu mahoni, buah indigo, dan lain sebagainya.
Mantan Bupati Trenggalek ini juga berkeliling ke berbagai stand UMKM yang ada, diantaranya kerajinan tangan serta beberapa camilan yang merupakan oleh-oleh khas Jawa Timur. Harga produk UMKM yang dijual pun beragam mulai harga Rp 7.500 hingga jutaan rupiah.
Sebagai informasi, BSI UMKM Center Jawa Timur merupakan wadah yang dipersiapkan Bank Syariah Indonesia bagi para pelaku usaha UMKM untuk mendisplay barang dagangannya dengan diberikan fasilitas secara gratis.
Selain itu, di ruangan tersebut disediakan pula ruang pertemuan yang disiapkan untuk pelaku UMKM untuk melakukan kegiatan dan juga pelatihan dengan kapasitas 70 orang.
BSI UMKM Center Jawa Timur sendiri merupakan inisiasi ketiga yang didirikan oleh BSI, setelah sebelumnya juga dilakukan di Aceh dan juga DI Yogyakarta.
“UMKM Center adalah suatu bentuk bagaimana saat kebutuhan afirmasi dijawab dan menjadi kekuatan untuk digaungkan membuat BSI menjadi raksasa syariah di Indonesia,” imbuhnya.
Meski di tengah tantangan digital, lanjut Emil, dirinya meyakini bahwa sarana tempat penjualan juga menjadi bagian penting bagi keberpihakan pada UMKM.
“Tapi tempat ini akan menjadi sebuah semangat. Ada tantangan tidak mudah bagi UMKM hari ini yakni adalah peta persaingan ketat dengan adanya market place. artinya rejeki terbagi. Karena pelaku udaha kecil dapat mengakses pasar lebih mudah disisi lain dapat mengenalkan konsep dapat melalui medsos,”kata Emil.
Oleh karena itu, dengan adanya UMKM Center tersebut diharapkan Emil dapat menjadi jawaban atas tantangan adanya digitalisasi pasar yang cepat. “Tidak mudah kalau tidak ada keberlanjutan,” katanya.
Dengan adanya BSI UMKM Center tersebut menjadi sangat penting bagi Pemerint Provinsi Jatim, karena dirinya juga berharap hal tersebut dapat mendukung inklusi keuangan syariah. Apalagi, saat ini Jawa Timur juga memiliki Halal Industri yang berada di Sidoarjo.
“Ini tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan ada OJK dan juga perbankan. BSI ikut hdir membangun sebuah afirmasi umkm yang penting,” tutup Emil. (hdl)










