Jakarta (pilar.id) – Di Indonesia, nama L300 sudah sangat dikenal oleh masyarakat luas. Ia menjadi salah satu mobil niaga andalan yang banyak digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.
Belum lama ini, Mitsubishi pun meluncurkan New Colt L300 yang sudah menggunakan pembakaran standar Euro 3 di Indonesia. Tak berhenti sampai di situ, Mitsubishi Motors Corporation pun menyatakan akan segera meluncurkan mobil baru mereka bernama Mini Cab MiEV.
Mobil ini, akan diproduksi menggunakan basis L300. Bedanya, Mini Cab MiEV ini adalah mobil listrik. Sehingga, bisa dikatakan sebagai L300 versi mobil listrik.
Rencana peluncuran Mini Cab MiEV ini, disampaikan oleh Mitsubishi Motors Corporation sehubungan dengan langkah mereka yang akan menambah investasi di Indonesia sebesar Rp10 triliun.
Komitmen investasi tersebut merupakan hasil kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan CEO MMC Takao Kato, di Tokyo Jepang.
“Sampai saat ini Mitsubishi Motors Corporation telah menginvestasikan Rp11,3 triliun hingga akhir 2021 untuk seluruh pabriknya di Indonesia. Targetnya, Mitsubishi Motors Corporationakan menginvestasikan sekitar Rp10 triliun mulai 2022 hingga 2025,” ujar Menko Airlangga Hartarto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (26/7/2022).
Dalam pertemuan tersebut, katanya, CEO Mitsubishi Motors Corporation Takao meminta Pemerintah Indonesia memberikan insentif terkait ekspor produk mereka.
“Sebenarnya dari sisi besaran pajak, Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara lain, contohnya Thailand. Namun, karena ada besaran perbedaan pajak daerah, maka terkesan pajak di Indonesia lebih tinggi. Ini yang sedang kita kaji di pemerintah pusat,” ucap Menko Airlangga Hartarto.
Indonesia merupakan pangsa pasar besar bagi Mitsubishi, bahkan dibandingkan dengan pasar Jepang sendiri, penjualan Mitsubishi di Tanah Air lebih besar.
Setelah 2023 Mitsubishi akan fokus memproduksi mobil jenis xEV yang terdiri dari model Xpander dan Pajero Sport. Selain itu Mitsubishi akan memproduksi dua model kendaraan baru Electric Vehicle (EV) mulai 2024.
Sejak mendirikan Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) pada 2018, Mitsubishi terus meningkat jumlah ekspor dan menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor. Saat ini sedang disiapkan ekspor produk MMKI ke Australia.
Mitsubishi Motors Corporation juga berencana menambah negara tujuan ekspor hingga 40 negara pada 2022. Jumlah ekspornya diperkirakan akan mampu mencapai 72 ribu mobil pada 2022 atau meningkat dari 42 ribu mobil pada 2021 dan ditargetkan 98 ribu mobil pada 2024.
Mitsubishi pun berencana mengeluarkan sejumlah model kendaraan baru yang ramah lingkungan. “Mitsubishi akan mendiversifikasi produknya dengan mengeluarkan kendaraan dengan jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), serta Battery Electric Vehicle (BEV) untuk mendukung program Pemerintah Indonesia mencapai carbon neutral pada 2060 mendatang,” ujar Takao.
Selain itu Mitsubishi Motors Corporation sedang mengadakan pilot project untuk menggunakan BEV secara komersial dengan empat perusahaan.
“Pemerintah menyambut baik rencana Mitsubishi Motors Corporation berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia, PT Haleyora Power, Gojek, dan DHL Supply Chain Indonesia untuk menggunakan kendaraan jenis Mini Cab MiEV secara komersial,” kata Menko Airlangga Hartarto. (fat)










