Jakarta (pilar.id) – Partai Masyumi baru saja menyelesaikan proses pendaftaran partai politik calon peserta pemilu pada pukul 21.56 WIB.
Ketua Umum Partai Masyumi Ahmad Yani menyampaikan, partainya mengandalkan jaringan keumatan, pondok pesantren, masjid, dan kampus untuk mememuhi syarat keanggotaan dan modal kemenangan.
“Untuk mencapai angka 186.662 anggota yang ber-KTA itu luar biasa, kami prosesnya terus naik,” kata Yani, di kantor KPU, Jakarta, Minggu (14/8/2022).
Ia menjelaskan alasan datang ke KPU pada saat akhir masa pendaftaran karena harus memenuhi persyaratan administratif. Saat ini, Partai Masyumi memiliki 34 kepengurusan di tingkat provinsi, kemudian 411 pengurus kabupaten/kota dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Dari tingkat kecamatan yang berjumlah 5.631, Masyumi punya kepengurusan di tingkat kecamatan itu 3.438,” kata dia.
Yani mengungkapkan targetnya tak muluk-muluk pada pemilu 2024 mendatang. Namun, ia ingin mengembalikan kejayaan Partai Masyumi yang pernah memenangkan pemilu 1955.
“Insya Allah parliamentary threshold kita akan lampaui. Kenapa? Kami punya basis daerah,” kata dia.
Partai Masyumi ‘reborn’ yang berdiri 3 April 2021 ini memiliki visi mewujudkan cita-cita bangsa yang tertuang dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. “Kami ingin betul-betul mencerdaskan, menyejahterakan, dan melindungi tumpah darah seperti itu,” kata dia.
Pantauan Pilar.id hingga pukul 22.20 WIB, KPU masih menerima pendaftaran partai politik calon peserta pemilu 2024. Saat ini, Partai Pemersatu Bangsa mulai memasuki ruang pendaftaran. Sehingga masih terdapat 2 partai lagi yang akan melakukan pendaftaran, yaitu Partai Kedaulatan dan Partai Rakyat. (Akh/din)


