Banjarmasin (pilar.id) – Hampir seluruh jamaah haji asal Indonesia yang telah selesai menjalankan ibadah haji di Arab Saudi kini sudah pulang dan kembali ke keluarga masing-masing. Namun, masih ada seorang haji yang hingga saat ini belum bisa pulang ke tanah air.
Haji tersebut adalah Apani Kasim Rasidi, 63 tahun asal Kota Banjarmasin. Menurut keterangan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Apani hingga saat ini belum bisa dipulangkan karena masih mengalami sakit dan dirawat di RS King Abdullah, Arab Saudi.
“Belum bisa dipulangkan,” ujar Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kalsel H Rusbandi di Banjarmasin, Jumat (19/8/2022).
Tak hanya belum bisa pulang, pihak Kanwil Kemeng Sulawesi Selatan hingga saat ini juga belum bisa mengetahui secara jelas kondisi kesehatan dari Apani selama menjalani perawatan di Arab Saudi tersebut.
“Tapi Kementerian Agama tetap mendampingi, sebab ada beberapa haji juga daerah provinsi lain masih dirawat di sana,” paparnya.
Sebagaimana diagnosa RS di Arab Saudi, Apani Kasim Rasidi hingga harus dirawat lebih lanjut dan tidak bisa dipulangkan ke Tanah Air karena penyakit jantung.
“Kita doakan agar beliau cepat sembuh, hingga bisa dipulangkan ke tanah air dan bisa kembali berkumpul keluarganya,” ujar Rusbandi.
Sebagaimana diketahui, jamaah haji Embarkasi Banjarmasin yang sudah tiba di Tanah Air atau pulang ke kampung halaman sebanyak 2.506 orang sampai kloter terakhir datang pada 2 Agustus 2022.
Adapun jamaah haji yang diberangkatkan sebanyak sebanyak 2.510 orang pada tujuh kloter.
Pada musim haji tahun 2022 ini, sebanyak tiga jamaah haji Embarkasi Banjarmasin meninggal dunia. Selain masih ada yang dirawat di RS tersebut.
Adapun tiga haji yang wafat adalah Samsinah binti Usman Hasbulah usia 50 tahun dari Kloter 1 asal Balangan saat dalam penerbangan ke Madinah.
Kemudian Sugiansyah Basuki M. Yamin berusia 50 tahun dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada Kloter 3 Embarkasi Banjarmasin wafat di Madinah.
Terakhir Mislina Muhammad Saberani pada usia 44 tahun berasal dari Kabupaten Tapin dari Kloter 3 di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah saat fase Armuzna. (fat)










