Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan
  • Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua
  • Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat
  • BNI Dukung Festival Seni & Bazaar MSI 2026, Perkuat Pelestarian Budaya, UMKM, dan Ekonomi Kreatif Indonesia
  • Pramono Anung Dukung JF3 2026, Perkuat Ekonomi Kreatif Jakarta Menuju Kota Global
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Internasional»Penurunan Populasi Penduduk Jepang: Kondisi Ekonomi hingga Industri Seks yang Tumbuh Pesat

Penurunan Populasi Penduduk Jepang: Kondisi Ekonomi hingga Industri Seks yang Tumbuh Pesat

Internasional Moh. Usman16 April 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Warga Jepang menikmati suasana di jalanan kecil Kota Osaka, Jepang (foto: Satoshi Hirayama, pexels)
Warga Jepang menikmati suasana di jalanan kecil Kota Osaka, Jepang (foto: Satoshi Hirayama, pexels)

Jakarta (pilar.id) – Pemerintah Jepang berhadapan dengan problem kependudukan yang sangat serius. Yakni menurunnya populasi penduduk dalam 12 tahun terakhir.

Sebuah sumber menyebut, kondisi ekonomi Jepang dalam 12 tahun terakhir sebetulnya relatif stabil. Pada kenyataannya, ekonomi Jepang telah pulih dari resesi yang terjadi pada akhir tahun 2000-an dan awal 2010-an, dan telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang moderat sejak saat itu.

Meskipun demikian, biaya hidup di Jepang relatif tinggi, dan ini menjadi faktor yang memengaruhi keputusan pasangan muda untuk tidak memiliki anak.

Biaya hidup tinggi ini terutama untuk biaya pendidikan dan perawatan anak. Selain itu, kebijakan pemerintah Jepang yang kurang mendukung keluarga, seperti kurangnya fasilitas penitipan anak dan cuti hamil dan melahirkan yang pendek, juga dapat menyulitkan pasangan muda yang ingin memiliki anak.

Perubahan gaya hidup yang terjadi di Jepang juga dapat memengaruhi keputusan pasangan muda untuk tidak memiliki anak. Beberapa pasangan muda lebih memilih untuk fokus pada karir atau kegiatan lain yang dianggap lebih menyenangkan daripada mengasuh anak.

Selain itu, perubahan budaya dan sosial di Jepang, seperti meningkatnya individualisme dan kurangnya dukungan dari masyarakat atau keluarga, juga dapat memengaruhi keputusan pasangan muda untuk tidak memiliki anak.

Dalam kombinasi dengan faktor lain seperti kurangnya imigrasi dan urbanisasi, faktor-faktor ini telah menyebabkan jumlah kelahiran di Jepang menurun dalam beberapa dekade terakhir dan menimbulkan masalah demografi yang serius bagi negara tersebut.

Baca Juga  Pasangan Muda Enggan punya Anak, Populasi Penduduk Jepang Turun Drastis di 12 tahun Terakhir

Industri Seks dan Hikikomori

Tumbuhnya industri seks tidak secara langsung menyebabkan turunnya jumlah populasi penduduk Jepang, tetapi bisa jadi memengaruhi tren penurunan tersebut.

Industri seks di Jepang telah berkembang selama beberapa dekade dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari di beberapa kota besar.

Industri seks di Jepang mencakup berbagai macam layanan, termasuk cabaret, klub strip, pelacuran, dan film porno. Meskipun industri seks tidak secara langsung memengaruhi jumlah kelahiran, dampaknya mungkin terlihat dalam hubungan interpersonal dan pernikahan di masyarakat Jepang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa fenomena hikikomori atau keengganan sosial, di mana individu menarik diri dari interaksi sosial dan mengisolasi diri, mungkin terkait dengan industri seks yang berkembang di Jepang.
Hikikomori dapat menghalangi kemampuan individu untuk membentuk hubungan romantis dan seksual yang sehat, yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memiliki anak.

Selain itu, industri seks yang berkembang dapat memengaruhi pandangan masyarakat tentang hubungan dan pernikahan, yang mungkin memengaruhi keputusan individu untuk menikah dan memiliki anak.

Dengan demikian, industri seks mungkin memainkan peran dalam tren penurunan populasi penduduk Jepang, meskipun tidak secara langsung menyebabkannya.

Namun, penurunan tingkat kelahiran dan faktor-faktor lain seperti perubahan ekonomi, lingkungan, dan budaya, semuanya juga memainkan peran penting dalam penurunan populasi penduduk Jepang. (usm/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Populasi Penduduk Jepang Problem Kependudukan Jepang

Berita Lainnya

Pasangan Muda Enggan punya Anak, Populasi Penduduk Jepang Turun Drastis di 12 tahun Terakhir

16 April 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Bank Jatim dan Bank NTT menjalin kerja sama layanan remitansi internasional untuk memperluas akses keuangan, mendukung PMI, dan memperkuat sinergi BPD.

Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

24 Juli 2026
Rano Karno meresmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan uji coba Open Dining untuk memperkuat wisata, budaya, dan ekonomi kreatif Jakarta.

Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua

23 Juli 2026
Pemkot Surabaya memasang portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih untuk menjamin tarif maksimal Rp5.000, transparansi, dan keamanan kendaraan.

Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat

23 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.