Jombang (pilar.id) – Tak kurang dari 50 pelajar SMPN 1 Wonosalam Jombang yang tergabung dalam Kelompok Polisi Air melakukan brand audit sampah di Sungai Gogor, Desa Wonosalam.
”Sungai Gogor nantinya akan menuju ke Mojoagung masuk ke Saluran Utama Kali Brantas,” jelas Arum Wisma Ningsih, 37 tahun, pembina Polisi Air Wonosalam.
Brand audit merupakan salah satu kegiatan untuk mengetahui jenis-jenis sampah packaging atau bungkus makanan dan personal care yang paling banyak dikonsumsi atau di gunakan oleh masyarakat sekitar sungai.
“Sampah di kumpulkan dari semak tepi sungai atau yang menyangkut dibatuan sungai kemudian di cari nama perusahaan nya atau merk dari produknya,” tambahnya.
Alumni Jurusan Biologi Universitas Jember ini menerangkan, di sungai- sungai Wonosalam lima tahun terakhir, mulai banyak ditemukan sampah yang di buang oleh masyarakat, terutama di bawah jembatan.
Kegiatan brand audit ini juga menjadi salah satu kegiatan polisi air selain melakukan identifikasi serangga air dan mengukur kesehatan sungai.
“Hasil brand audit yang dilakukan di temukan paling banyak sampah jenis sachet, kemudian yang kedua tas kresek juga cukup banyak,” ungkap Lina Suci Wulandari, 16 tahun.
Bergabung dengan anggota polisi air ini, kata Lina, ia mendapat pengalaman yang menarik. Di antaranya dapat pengetahuan baru tentang masalah sampah. “Patut disayangkan, sungai yang jernih ternyata banyak di mengandung temukan sampah,” sesalnya.
Sulit Didaur Ulang
Di sungai-sungai Wososalam ditemukan banyak sampah. Terbesar adalah sachet. Padahal benda ini dibuat dari bahan yang susah terurai di alam.
“Sehingga seharusnya disediakan tempat pengolahan sampah supaya masyarakat tidak membuang sampahnya di sungai,” kata Arum.
Pegiat lingkungan Wonosalam ini menjelaskan, sachet termasuk dalam kategori sampah residu sehingga menjadi kewajiban Pemkab Jombang untuk menyediakan sarana tempat sampah dan pengangkutannya ke Tempat pembuangan Akhir (TPA).
“Pemerintah KJombang harusnya menyediakan tempat pengolahan sampah atau TPS3R, supaya bisa terkelola dengan baik. Sungai Wonosalam ini berada di bagian hulu, sehingga penanganannya harus lebih maksimal,” tambah Arum yang namanya pernah masuk dalam daftar nominator Perempuan Pejuang Iklim 2021 ini.
Temuan Polisi Air
Selama menjelajah sungai, tim ini berhasil menemukan banyak hal. Pertama, dalam lima tahun terakhir, sungai-sungai Wonosalam berubah menjadi tempat pembuangan sampah. Khususnya jenis sampah plastik misalnya tas kresek.
Kedua, temuan sampah plastik sachet dalam brand audit menemukan lima top brand yang paling banyak ditemukan bungkusnya. Yaitu produk PT Wings 44 persen, PT Unilever sebanyak 8,4 persen, PT Ajinomoto 4,4 persen, PT Ultra Prima Abadi 2 persen, dan PT Nestle sebesar 2 persen.
Ketiga, jembatan menjadi tempat pembuangan sampah. Karena jembatan menjadi lokasi lalu lintas yang padat sehingga masyarakat membuang sampah saat melewati jembatan.
Keempat, belum disediakan sarana pembuangan sampah residu dan tempat pengolahan sampah komunal di Desa Wonosalam sehingga sungai menjadi alternatif pembuangan sampah. (ret/hdl)










