Jakarta (Pilar.id) – Setelah tiba di Washington DC pada Minggu (29/5/2022) lalu melalui Bandara International Dulles untuk menghadiri undangan ke Gedung putih, BTS bertemu dengan Joe Biden di Kantor Oval.
Oval adalah ruang kerja presiden di White House. Di ruanga ini, BTS dan Joe Biden berdiskusi terkait kekerasan terhadap Anti-Asian dan memperingati perayaan AANHPI.
Sebelum bertemu dengan Joe Biden secara tertutup, BTS akan memberikan pernyataan singkat dari White House Press Briefing. Mereka akan berbicara didepan pers perihal undangan yang mereka terima dari Gedung Putih untuk membahas inklusi Asia, representasi dan kejahatan kebencian anti-Asia serta diskriminasi.
Pernyataan tersebut ditayangkan perdana melalui saluran Youtube resmi Gedung Putih, yang dipimpin oleh Sekretaris Pers Gedung Putih ke-35 Karine Jean-Pierre pada 1 Juni, pukul 12 siang IST (31 Mei, 14:30 ET). Diawali dengan RM sebagai pemipin group, ia mengucapkan rasa terima kasih dan merasa terhormat atas undangan yang diberikan kepada groupnya.
”Hi, kami BTS. Ini merupakan kehormatan besar bagi kami diundang ke White House hari ini untuk membahas isu-isu penting terkait Anti-Asian Crime dan keragaman mereka,” ucapnya sebagai pembuka.
Kemudia dilanjutkan oleh anggota Jin dan anggota lainnya. Para anggota mengungkapkan keprihatinannya atas kejahatan, kebencian dan diskriminatif rasial yang dialami terhadap orang Asia.
“Kami merasa hancur karena gelombang kejahatan kebencian terjadi baru-baru ini, termasuk kejahatan kebencian Asia-Amerika. Untuk mengakhiri ini dan mendukung penyebabnya, kami ingin mengambil kesempatan ini untuk menyuarakan diri kami sekali lagi,” ungkap Jimin.
Suga Juga menambahkan, bahwa tidak ada masalah menjadi beda. Kesetaraan dimulai saat mereka mau terbuka dan dapat saling bahu membahu dan merangkul semua perbedaan tersebut. Tak lupa, mereka juga berterima kasih kepada para penggemar di seluruh dunia yang memiliki kebangsaan dan budayanya yang berbeda-beda.
“Kami ada di sini hari ini berkat ARMY, penggemar kami di seluruh dunia, yang memiliki kebangsaan, dan budaya yang berbeda, dan menggunakan bahasa yang berbeda. Kami benar-benar dan selalu bersyukur,” ungkap J-hope.
Sebagai penutup RM mengatakan ucapan terima kasih kepada presiden Joe Bieden dan juga White House atas hal ini.
“Akhirnya, kami berterima kasih kepada presiden Biden dan White House karena memberi kami kesempatan penting ini untuk berbicara tentang tujuan penting, mengingatkan kami apa yang bisa kami lakukan sebagai seniman sekali lagi, terima kasih banyak,” tutupnya.
Setelah pertemuan tersebut, Presiden Biden memposting video singkat pertemuannya dengan BTS melalui akun Twitter resmi Presiden Joe Biden @POTUS. Biden menyuarakan rasa senangnya dapat bertemu dengan BTS. Tak lupa, BTS dan presiden melakukan sesi foto bersama setelah diskusi. Foto tersebut diunggah melalui akun resmi @bts_bighit.
“Senang bertemu dengan kalian, @bts_bighit. Terima kasih atas semua yang kalian lakukan untuk meningkatkan kesadaran seputar meningkatnya kejahatan kebencian dan diskriminasi anti-Asia. Saya berharap dapat segera berbagi lebih banyak percakapan kami,” tulis @POTUS.
” Terima kasih telah menerima kami di Gedung Putih! Merupakan kehormatan besar untuk mendiskusikan masalah penting dengan @POTUS hari ini. Kami sangat berterima kasih untuk #BTSARMY yang membuat semuanya menjadi mungkin,” unggah @bts_bighit.
Menurut laporan K-Media, BTS akan kembali ke Korea pada 1 Juni 2022. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan secara langsung mengenai detail waktu keberangkatan. Diketahui BTS akan melakukan comeback pada 10 Juni mendatang dengan album Antologi “Proof”. (feb/hdl)










