Surabaya (pilar.id) – Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Cabang Surabaya, coba untuk memberikan sosialisasi terkait organisasi mereka. Melalui Ketua AMA Surabaya, Rizky Supriadi, SE, Ak, MBA, menjelaskan bahwa organisasi mereka telah lahir sejak 32 tahun lalu.
Sejak saat itu, AMA telah menjadi wadah bagi para pebisnis, baik profesional maupun business owners, untuk terus menambah ilmu manajemen sembari mengembangkan relasi, bertukar pikiran, berbagi ilmu, dan saling mengisi untuk kemajuan bisnis masing-masing.
Tak hanya itu, ia juga menyebutkan, bila masih banyak ilmu manajemen yang belum dikembangkan di Indonesia, seperti Property Management, Digital Marketing atau Business Management, Investment Management, Manajemen Komunikasi Publik
Ia melihat beberapa ilmu tersebut, sudah berkembang di luar negeri dan masyarakat Indonesia membutuhkannya. Lantas Mengapa di Indonesia kurang berkembang? karena ia menilai lowongan pekerjaan untuk bidang-bidang tersebut masih sedikit.
Di lain pihak, perusahaan sebenarnya sangat membutuhkan lulusan universitas yang paham akan ilmu tersebut. Maka solusinya, perusahaan harus trial error mengajari karyawannya, sembari mencari ilmu ke perusahaan lain.
Maka dari itu, organisasi AMA berperan untuk menjembatani permasalahan tersebut, dengan mengadakan berbagai kegiatan secara online maupun offline, seperti Seminar, Company visit, Workshop, Talk show.
Sehingga perusahaan tak perlu lagi bingung mencari tenaga pelatih untuk melatih karyawannya dalam mengembangkan keahlian yang dimiliki, jika bergabung di AMA. Serta di AMA, anggota diharapkan dalam bisnisnya dapat bertumbuh dan berkembang bersama di AMA. (jel/fat)




