Jakarta (pilar.id) – Anggaran untuk buka puasa bersama di bulan Ramadhan tahun ini bisa dialokasikan untuk hal yang lebih bermanfaat. Biaya buka puasa bersama pejabat bisa dialihkan jadi bantuan untuk masyarakat.
“Bisa digunakan untuk santunan fakir miskin, untuk yatim piatu, biar lebih bermanfaat, lebih berguna,” Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Jumat (24/3/2023).
Anggaran buka puasa bersama, kata Yaqut, sebaiknya disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan. Misalnya fakir miskin atau anak yatim.
Pernyataan Yaqut tentu sangat masuk akal. Mengingat data statistik warga miskin 2022-2023 di Indonesia masih terbilang tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2022, meski turun menjadi 9,54 persen dari 9,71 persen pada September 2021, jumlahnya masih mencapai 26,16 juta orang.
Pernyataan ini senada dengan komentar Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan. Menanggapi larangan buka puasa bersama di kalangan pejabat seperti imbauan Presiden RI Joko Widodo, ia juga berpendapat jika anggaran itu sebaiknya untuk rakyat.
“Maksudnya kalau ada anggaran. Anggaran itu dipakai untuk memberi bantuan kepada masyarakat,” terang Zulkifli Hasan di Jakarta, Jumat (24/3/2023).
Dengan demikian, lanjut dia, anggaran buka puasa bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. “Anggaran bisa diberikan dalam bentuk sembako, biar lebih bermanfaat,” tegasnya. (hdl)










