Beijing (pilar.id) – Babak final 2nd China-ASEAN Innovation and Entrepreneurship Competition (CAIEC) berhasil diselenggarakan di Jakarta, ibu kota Indonesia. Acara ini ditutup dengan sukses, mempererat hubungan sains dan inovasi teknologi antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok (MOST) dan Sekretariat ASEAN, dengan dukungan dari Departemen Kerja Sama Internasional MOST, ASEAN Committee on Science, Technology and Innovation (COSTI), serta Dinas Sains dan Teknologi Wilayah Otonom Guangxi Zhuang (China-ASEAN Technology Transfer Centre).
CAIEC merupakan bagian penting dari Tahun Pertukaran Antarwarga Tiongkok-ASEAN (China-ASEAN Year of People-to-People Exchanges), yang bertujuan memperkuat dialog dan kerja sama dalam sains dan teknologi, serta meningkatkan pembangunan regional dalam kerangka Tiongkok-ASEAN.
Dengan tema “Digital Empowerment for a Shared Future” (Pemberdayaan Digital untuk Masa Depan Bersama), kompetisi ini menarik perhatian luas karena fokus pada ekonomi digital. CAIEC menerima proposal dari berbagai universitas, lembaga riset, dan perusahaan di negara-negara ASEAN dan Tiongkok.
Sejak diluncurkan pada Juli 2023, lebih dari 280 proyek telah berpartisipasi dalam kompetisi ini. Pada tahap akhir, 20 proyek inovasi dan kewirausahaan terbaik dari Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Brunei berhasil lolos ke babak final.
Babak final terdiri dari dua kategori: Team Group dan Enterprise Group. Para peserta mempresentasikan fitur unik dan manfaat dari masing-masing proyek dalam format roadshow dan defence “7+5” yang inovatif: peserta berpresentasi selama tujuh menit dan mengikuti sesi tanya-jawab selama lima menit. Pada akhir kompetisi, tiga tim dari Enterprise Group dan Team Group berhasil meraih posisi pemenang utama, sementara tujuh Creative Star mendapatkan pengakuan atas keunggulan inovatif mereka.
Dengan suksesnya penyelenggaraan babak final ini, CAIEC semakin memperkuat hubungan sains dan teknologi antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok, serta mendorong perkembangan ekonomi digital di kawasan tersebut. (ret/hdl)










