Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Danantara Tetapkan Delapan Mitra PSEL Batch II, Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi di Indonesia
  • Maxim Gelar Zumba Akbar di Surabaya, Targetkan 3.000 Peserta dengan Doorprize dan Beragam Aktivitas Seru
  • Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi Tekankan Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat
  • Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung
  • Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Bansos, Antara Penanggulangan Kemiskinan hingga Instrumen Politik

Bansos, Antara Penanggulangan Kemiskinan hingga Instrumen Politik

Peristiwa Shohibul Anwar8 Februari 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Jakarta (pilar.id) – Prof. Didin S Damanhuri, Guru Besar Universitas Paramadina, mengemukakan pandangan bahwa Bantuan Sosial (Bansos) saat ini telah jelas-jelas menjadi alat politik. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam diskusi yang diadakan Universitas Paramadina bekerja sama dengan LP3ES dengan tema “Bansos: Pengentasan Kemiskinan atau Tujuan Politik?”. Acara daring ini berlangsung pada Rabu (7/2/2024) dan dipandu oleh Swary Utami Dewi.

Menurut Didin, indikasi kuat terlihat dari penyaluran bansos sebesar Rp 500 triliun, jumlah terbesar sejak era reformasi, yang tidak didukung oleh data kemiskinan yang menunjukkan penurunan yang signifikan.

“Seharusnya, penyaluran bansos dalam jumlah besar menunjukkan indikasi meningkatnya tingkat kemiskinan. Namun, kenyataannya, tingkat kemiskinan sudah menurun meskipun tidak secara signifikan. Ini menandakan bahwa bansos telah menjadi instrumen politik, terutama dibagikan menjelang Pemilu 2024,” ujarnya.

Didin juga mencatat bahwa bansos dibagikan langsung oleh Presiden Joko Widodo tanpa melalui Kementerian Sosial, bahkan tanpa mendampingi Presiden saat distribusi bansos dilakukan. “Hal ini memperkuat dugaan bahwa bansos mengalami politisasi demi kepentingan Pemilu. Di banyak daerah, pembagian bansos bahkan dicap dengan label calon nomor urut 02 dengan pesan bahwa jika calon nomor urut 01 dan 03 menang, bansos tidak akan dibagikan lagi,” tambahnya.

Didin menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir, Indonesia mengalami gejala neo-otoritarianisme, dengan beberapa tanda yang kuat. Beberapa mekanisme pengawasan terhadap kekuasaan eksekutif di parlemen dikritisi, terlihat dalam beberapa Undang-Undang yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat, seperti UU KPK, UU Minerba, UU Ciptaker, dan UU Kesehatan.

Dr. Elan Satriawan dari Universitas Gadjah Mada menambahkan bahwa bansos saat ini cenderung menjadi tujuan utama politik. Meskipun diakui sebagai strategi penting dalam penanggulangan kemiskinan, bansos juga rentan terhadap politisasi. “Perlu ada program afirmasi yang lebih holistik untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi kelompok miskin, bukan hanya mengandalkan bansos sebagai satu-satunya solusi,” ujar Elan.

Dr. Ninasapti Triaswati dari Universitas Indonesia melihat bahwa tujuan utama bansos seharusnya mencakup upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui kebijakan ekonomi dan keuangan, bukan hanya pemberian uang atau makanan. Meskipun jumlah bansos meningkat dari tahun ke tahun, pertanyaan muncul apakah ada kepentingan politik di baliknya.

Wijayanto, Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES, menyatakan bahwa pemberian bansos saat pemilu mencerminkan kegagalan negara dalam memenuhi amanah konstitusi. Buku Outlook LP3ES juga menyoroti pelanggaran aturan demokrasi oleh pemerintah, termasuk pelanggaran etika dan kegagalan birokrasi dalam menjalankan bantuan sosial.

Dalam konteks ini, bansos yang dijadikan instrumen politik saat pemilu menimbulkan kontroversi terkait netralitas pemerintah dan dampaknya pada demokrasi. Protes dari sejumlah kampus menyoroti keadaan ini, menggambarkan ketidakpuasan dan perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip demokrasi.

Dengan gejala-gejala politisasi bansos dan pengingkaran terhadap konstitusi, Indonesia dihadapkan pada dinamika politik yang menciptakan tanda tanya terkait demokrasi dan keberlanjutan pembangunan di masa depan. (ipl/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

Berita Lainnya

Danantara Tetapkan Delapan Mitra PSEL Batch II, Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi di Indonesia

21 Juli 2026
Maxim menggelar Zumba Akbar di Taman Bungkul Surabaya pada 26 Juli 2026 dengan target 3.000 peserta, doorprize menarik, dan berbagai aktivitas seru.

Maxim Gelar Zumba Akbar di Surabaya, Targetkan 3.000 Peserta dengan Doorprize dan Beragam Aktivitas Seru

21 Juli 2026
Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi meminta pejabat fungsional bekerja berintegritas dan berorientasi pada manfaat nyata agar masyarakat memperoleh pekerjaan layak.

Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi Tekankan Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

21 Juli 2026
Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia), Maria Susana

Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung

20 Juli 2026
Primaya Hospital gelar seminar edukasi perimenopause. Pahami perubahan hormon, gejala fisik, hingga perawatan medis bagi perempuan usia 40 tahun ke atas.

Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an

20 Juli 2026
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Baby Happy gelar Gerakan Anti Ruam di 10 kota untuk lindungi skin barrier bayi demi tumbuh kembang optimal.

Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi

20 Juli 2026

Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI

20 Juli 2026
Gubernur Khofifah lesehan bareng 4.500 warga di Grahadi saat nobar Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina. Simak kemeriahan dan dampaknya bagi UMKM.

Gubernur Khofifah Lesehan Bareng Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Grahadi

20 Juli 2026
PB Pemuda Muslimin Indonesia mendukung Program Sekolah Gratis Pemprov Banten dan menilai kebijakan itu layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Sebut Program Sekolah Gratis Banten Perlu Dicontoh Daerah Lain

19 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya

Danantara Tetapkan Delapan Mitra PSEL Batch II, Percepat Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi di Indonesia

21 Juli 2026
Maxim menggelar Zumba Akbar di Taman Bungkul Surabaya pada 26 Juli 2026 dengan target 3.000 peserta, doorprize menarik, dan berbagai aktivitas seru.

Maxim Gelar Zumba Akbar di Surabaya, Targetkan 3.000 Peserta dengan Doorprize dan Beragam Aktivitas Seru

21 Juli 2026
Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi meminta pejabat fungsional bekerja berintegritas dan berorientasi pada manfaat nyata agar masyarakat memperoleh pekerjaan layak.

Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi Tekankan Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

21 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.